Salat Jumat di Polda Metro Diperketat Pascateror Penusukan Brimob

ADVERTISEMENT

Salat Jumat di Polda Metro Diperketat Pascateror Penusukan Brimob

Mei Amelia R - detikNews
Jumat, 07 Jul 2017 13:30 WIB
Foto: Pengamanan di Mapolda Metro (Mei-detikcom)
Jakarta - Polda Metro Jaya memperketat pengamanan di area markas pasca aksi teror yang menyasar anggota kepolisian baru-baru ini. Tidak hanya di pintu masuk, area masjid pun diperketat penjagaannya.

Seperti yang dilihat detikcom, Jumat (7/7/2017), pelaksanaan salat Jumat di Masjid Al-Kautsar Markas Polda Metro Jaya berlangsung dengan pengamanan sekitar 10 anggota polisi. Selain anggota Provost, sejumlah anggota Sabhara menjaga pelaksanaan salat Jumat di masjid tersebut.

Salat Jumat diikuti oleh ratusan orang. Jemaah salat Jumat meluber hingga ke jalan di luar masjid. Polisi yang melakukan pengamanan berjaga di dekat jamaah terluar.

Salat Jumat di Polda Metro Diperketat Pascateror Penusukan BrimobFoto: Pengamanan di Mapolda Metro (Mei-detikcom)


Sementara pintu gerbang ke masjid yang dibuka hanya di gerbang utama. Terlihat ada dua security door di pintu gerbang masuk masjid.

Di dekat gerbang juga terdapat banner yang berisi pemberitahuan agar pengunjung menitipkan barang bawaan berupa tas dan jaket ke petugas jaga. Jemaah salat Jumat juga diwajibkan untuk melewati security door sebelum memasuki masjid.

Pengamanan kali ini tampak berbeda dari sebelum-sebelumnya. Jika sebelumnya tiga pintu gerbang masjid dibuka, kali ini pihak Kepolisian Daerah Metro Jaya hanya membuka pintu utama.

Wakapolda Metro Jaya Brigjen Suntana mengatakan bahwa pengamanan tersebut biasa saja. Pihaknya memperketat pengamanan untuk mewaspadai akan terjadinya aksi teror yang menyasar anggota polisi, seperti yang terjadi di Masjid Falatehan, Kebayoran Baru, Jaksel beberapa waktu lalu.

"Begini, kan teman-teman tahu bahwa markas komando dan keberadaan polisi di lapangan menjadi sasaran dari kelompok teroris. Hal yang wajar di semua kesatuan, tidak hanya di Polda Metro meningkatkan keamanan dan menyeleksi semua orang yang masuk. Kita juga tidak mau itu semua terjadi (aksi teror)," ujar Suntana saat ditemui seusai salat Jumat.

(mei/rvk)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT