DetikNews
Kamis 06 Juli 2017, 18:35 WIB

Hakim Tolak Surat Tudingan Choel soal Peran Wafid Muharam

Faieq Hidayat - detikNews
Hakim Tolak Surat Tudingan Choel soal Peran Wafid Muharam Choel Mallarangeng (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Ketua majelis hakim Baslin Sinaga menolak surat dari Andi Zulkarnaen Mallarangeng alias Choel. Surat itu berisi permohonan agar sosok Wafid Muharam dijadikan pelaku utama lalu ditindaklanjuti oleh jaksa KPK.

"Majelis hakim dalam pertimbangannya tidak sependapat dan tidak mempunyai kewenangan terhadap surat tersebut," kata hakim Baslin dalam pembacaan amar putusan dalam sidang perkara kasus suap Hambalang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (6/7/2017).

Baslin mengatakan surat permohonan tersebut diajukan oleh kuasa hukum dan dilampirkan surat nota pembelaan perkara ini. Dalam surat itu, Wafid Muharam yang saat itu menjabat Sekretaris Kemenpora dinilai oleh Choel Mallarangeng terlibat dalam perkara ini.

"Melalui kuasa hukum terdakwa yang dicantumkan nota pembelaan. Perihal untuk memerintahkan JPU KPK untuk meneruskan agar terjadinya tindak pidana korupsi yang dilakukan Wafid Muharam perkara ini kepada penyidik dan menetapkan dalam berkas perkara," ujar Baslin.

Dalam putusan, Wafid Muharam memberikan USD 550 ribu kepada Choel melalui mantan Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kemenpora, Deddy Kusdinar. Wafid juga menjadi Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan bertugas mengelola keuangan serta kegiatan teknis lainnya di Kemenpora.

Sementara itu, jaksa KPK Muhammad Takdir mengatakan surat permohonan itu telah ditolak oleh majelis hakim. Namun pihak jaksa KPK akan menganalisis isi putusan tersebut.

"Itu memang bahan analisa kami, memang Hambalang ini masih ada pelaku yang akan diungkap lagi. Walau permohonan kuasa hukum kaitan pak Wafid itu dikesampingkan, itu jadi bahan kami," ujar Takdir usai sidang.

Secara terpisah, kuasa hukum Choel, Luhut Pangaribuan mengatakan, saat persidangan beberapa saksi perkara ini menilai Wafid Muharam adalah pelaku utama. Sehingga, KPK harus memproses perkara ini dan memeriksa Wafid Muharam.

"Kami ada surat, ada pelaku utama yang disebut saksi-saksi, pelaku utama itu Wafid Muharam. Dan kita minta majelis hakim memperintahkan dan menindaklanjuti kepada penyidik. Pelaku utama harus dibawa ke pengadilan," ucap Luhut.

Kasus ini, Andi Zulkarnaen Mallarangeng alias Choel divonis 3 tahun 6 bulan penjara, denda Rp 250 juta, subsider 3 bulan kurungan. Choel terbukti bersalah menerima suap proyek Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Hambalang, Bogor.

"Menyatakan terdakwa Andi Zulkarnaen Mallarangeng telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi," ujar hakim ketua Baslin Sinaga membacakan amar putusan dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jl Bungur Besar, Jakarta Pusat, Kamis (6/7/2017).
(fai/dhn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed