Kejagung Diminta Serius Tangani Kasus Bank Mandiri
Rabu, 04 Mei 2005 11:24 WIB
Jakarta - Demo anti korupsi terus digulirkan. Kali ini Gerakan Pendukung Pemimpin Bangsa (GPPB) meminta Kejagung serius menangani kasus kredit macet Bank Mandiri. Mereka juga minta bank plat merah terbesar di Indonesia itu dibersihkan dari koruptor berdasi.Seratusan demonstran yang diangkut dengan dua bus Metro Mini tersebut menggelar aksinya di depan gerbang utama Kejagung, Jl. Sultan Hasanuddin, Jakarta, Rabu, (4/5/2005).Sambil membawa spanduk yang mengecam tingkah laku koruptor. Mereka juga menyanyikan lagu Menanam Jagung yang sudah diganti syairnya menjadi 'Tangkap, tangkap, tangkap koruptor. Tangkap koruptor sekarang juga'."Kita ingin Kejagung serius menangani kredit macet Bank Mandiri, bukan sekedar omong kosong," tegas Ketum GPPB Andi Chandra kepada wartawan.GPPB juga mendesak Kejagung menangkap pengemplang terbesar Bank Mandiri, Sutanto Tanoto yang kini masih ongkang-ongkang kaki menjalankan bisnisnya dari Singapura."Jangan hanya yang kecil-kecil saja. Sutanto Tanoto itu bukan kelas kecil, tapi kelas kakap. Kenapa dia tidak disidik secara serius," kata Andi. Selain meminta penangkapan Sutanto, mereka juga meminta Dirut Bank Mandiri ECW Neloe bertanggung jawab terhadap semua yang terjadi di bank hasil merger empat bank BUMN tersebut."Jangan buat Bank Mandiri sebagai sarang penyamun harta rakyat Indonesia. Ambil aset Sutanto Tanoto senilai Rp 4,5 triliun untuk lunasi utang negara," katanya.
(umi/)











































