"Oh, ini kan proses alami. Ada teman-teman saya PNS yang pensiun, setiap bulan selalu ada. Kan jumlah pejabat di DKI ini ada 5 ribu lebih, kalau dibagi 12 setiap bulan ada sekitar 5-10 yang pensiun," ujar Saefullah di Balai Kota, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (6/7/2017).
Dari mulai pejabat eselon IV sampai eselon II akan dirotasi. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya rangkap jabatan.
"Ini kan kosong ada eselon IV, ada eselon II, dan eselon III. Nah, ini harus diisi. Kinerja SKPD itu kencang, lebih keras penyerapannya. Nanti mengganggu kalau satu pejabat eselon III menjabat di dua tempat kepala bidang a, b, atau sudin a, sudin b, kan jadi berat, jadi perlu kita isi," ucapnya.
"Tadi telah kita sampaikan sesuai usulan dari Pak Djarot ya itu ada eselon IV, III, ada eselon II juga," ujar dia.
Saefullah menyebut akan ada ratusan PNS eselon IV yang akan dirotasi. Sedangkan di eselon III, ada sekitar 70.
"Kalau eselon II-nya kira-kira hanya puter-puter, penyesuaian dengan kompetensinya sesuai dengan arahan Pak Gubernur tadi. Kita sudah bawa ke Kemendagri, tapi belum final, ada kira-kira belasan," ucap Saefullah.
Menurutnya, SKPD tidak mengalami perombakan besar. Saefullah mengatakan diskusi dengan Kemendagri belum mencapai final.
"SKPD nggak dirombak, kalau rombak itu bongkar rumah, kalau ini namanya rotasi. Kan pembahasan ini berhari-hari, nanti di sana kalau persetujuannya sudah keluar baru final," tutur Saefullah.
Sebelumnya diberitakan, Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat akan merombak jajaran SKPD dengan tujuan mengisi jabatan yang kosong. Rencana ini telah didiskusikan dengan Kemendagri.
"Tapi untuk mutasi seperti ini tetap meminta persetujuan dari Kemendagri. Kalau dulu zamannya Pak Ahok kan bisa langsung, tapi sekarang karena masa kurang 4-5 bulan, kita akan konsultasi ke Kemendagri," ucap Djarot. (lkw/dhn)











































