"Sekarang masih tidak bagus. Jadi airnya masih tidak bagus. Air limbah masih bau," kata Djarot di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (6/7/2017).
"Nanti kami akan perbaiki IPAL (Instalansi Pengolahan Air Limbah) di situ sehingga airnya bersih," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Djarot memprediksi revitalisasi waduk seluas 4 hektar ini bisa memakan dana sekitar Rp 133 miliar. "Belum dihitung. Gambarannya Rp 133 miliar, itu hitungan kasarnya. Masih dihitung lagi," kata Djarot.
Djarot meminta pengerjaan revitalisasi ini dipercepat mengingat waduk tersebut bisa menjadi pengendali banjir. "Kami mintanya dipercepat. Kalau bisa bulan depan ya sehingga kami tidak menunggu selesainya MRT Dukuh Atas. Kalau ini selesai, daya dukungnya, sudah siap di kawasan itu," terang Djarot.
Djarot juga ingin kendaraan di kawasan sibuk tersebut tidak lagi parkir di jalan namun masuk ke tempat parkir, apalagi nantinya kawasan tersebut terintegrasi dengan LRT, MRT, Transjakarta, dan kereta bandara. Kawasan tersebut juga akan dipercantik dengan berbagai tanaman dan jogging track.
"Selanjutnya, kita akan memberikan tanaman yang banyak di situ. Penghijauan karena kawasan padat tingkat polusinya tinggi makanya harus banyak pohon di situ, juga disediakan jogging track sehingga parkir dia bisa jalan. Desainnya sudah ada. Tinggal keputusan kerja sama dengan PT Permadani untuk pembiayaan," papar Djarot. (nth/aan)










































