DetikNews
Kamis 06 Juli 2017, 14:16 WIB

Kominfo Persilakan Polri dan BIN Blokir Langsung Situs Radikal

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Kominfo Persilakan Polri dan BIN Blokir Langsung Situs Radikal Menkominfo Rudiantara/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memberikan jalur khusus kepada Polri, BIN dan BNPT untuk memblokir langsung situs yang memuat konten radikal. Blokir konten radikal bagian dari upaya pencegahan terorisme yang tidak perlu prosedur berbelit.

"Kominfo itu berikan karpet merah kepada 3 institusi, Polri, BIN dan BNPT kalau ada mereka mengenali, ada konten yang kaitannya dengan terorisme dan radikalisme itu prosesnya khusus," Menkominfo Rudiantara di Istana Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (7/6/2017).

Baca juga: Polri Identifikasi Video Radikal yang Beredar di Medsos

Pemblokiran situs mengandung konten radikal ditegaskan Rudiantara tidak perlu dilakukan dengan koordinasi berjenjang. Akses blokir langsung ini diberikan Kominfo sejak tahun 2016.

"Enggak lagi ke menteri dan berjenjang-jenjang jadi hubungannya dengan eselon 2 jadi langsung eksekusi," sambungnya.

Menurutnya, Kominfo tetap melakukan sosialisasi ke masyarakat dan melakukan filter terhadap situs-situs yang dianggap berbahaya.

"Ada yang berangkatnya dari konsep intelijen, dan teman-teman dari 3 lembaga itu yang lebih tahu ya," ujar Rudiantara.

Khusus untuk media sosial, Kominfo meminta sejumlah perusahaan media sosial untuk memperbaiki dan memantau konten yang dimuat oleh masyarakat.

"Tapi kalau media sosial kita harus minta ke sana dulu. Itu pun sudah kami sampaikan, ke Facebook bahwa kami minta service level diperbaiki. Karena kalau tidak diperbaiki berisiko bagi kita semua," terangnya.

Polri sebelumnya menyebut tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror tengah mengidentifikasi orang-orang yang wajahnya tampak dalam video berkonten radikal yang tersebar di media sosial (medsos). Video yang dimaksud tidaklah spesifik, tapi mencakup keseluruhan video yang berkonten radikal.

Sementara, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan ada fenomena baru dalam dunia terorisme Tanah Air, yaitu leaderless jihad. Karakter pelaku leaderless jihad adalah belajar tentang terorisme atas inisiatif sendiri karena tidak terlibat jaringan.


(fiq/fdn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed