DetikNews
Kamis 06 Juli 2017, 13:39 WIB

Pasukan Oranye Kena OTT Pungli, Djarot: Sudah Kita Pecat

Nathania Riris Michico - detikNews
Pasukan Oranye Kena OTT Pungli, Djarot: Sudah Kita Pecat Gubernur DKI Djarot memastikan oknum yang terlibat pungli akan dipecat. (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta - Dua petugas pasukan oranye dan satu staf Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Barat ditangkap karena diduga melakukan pungutan liar dari hasil menarik bayaran gerobak-gerobak sampah. Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat menegaskan oknum PHL (pekerja harian lepas) ini telah dipecat.

"Ya kemarin saya dapat informasi, kalau seperti itu langsung saja kita pecat. Saya dapat info PHL kita pecat," kata Djarot di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (6/7/2017).

Dia juga akan menelusuri apakah selama ini ada staf PNS yang ikut 'main' terkait dengan pungli itu. Jika terbukti ada, oknum tersebut juga dipastikan akan dipecat.

"Kalau sampai ada, kita kasih sanksi yang tegas banget," ujarnya.


"Kita sudah bolak-balik menyampaikan bahwa selama pemerintah kita betul-betul melawan pungutan liar, makanya semuanya cashless," tutur Djarot.

Untuk itu, dia juga mengimbau masyarakat tidak lagi membiasakan diri memberi tips di mana pun. Kebiasaan ini, disebut Djarot, bisa menjadi dasar perbuatan pungli yang dilakukan PHL.

"Kalau pembayaran itu melalui cashless, jangan dikasih tips. Jadi sama, kami mempunyai mental seperti itu dan masyarakat juga gitu," tuturnya.

Namun Djarot menambahkan tidak semua PHL melakukan pungli dan menerima tips. Dia juga berharap pemecatan oknum pasukan oranye ini menjadi pelajaran bagi PHL lainnya agar tidak bermain dengan pungli.

"Saya dapat laporan juga banyak petugas kita di lapangan yang bukan disuap, tapi dikasih tips, tapi dikembalikan. Itu saya apresiasi. Tapi kalau seperti ini akan kita tindak tegas," kata Djarot.

Sebelumnya, dua petugas pasukan oranye dan satu staf Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Barat ditangkap karena diduga melakukan pungutan liar. Ketiganya diduga mendapatkan uang dari hasil menarik bayaran gerobak-gerobak sampah yang akan dibawa ke tempat pembuangan akhir (TPA).

"Yang PHL PPSU berinisial AH dan IM, sedangkan staf berinisial VM. Awalnya AH dan IM ketahuan melakukan pungutan terhadap gerobak-gerobak sampah yang akan dibawa ke TPA," ujar Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Barat Reda Manthovani, Rabu (5/7).
(nth/elz)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed