Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Martinus Sitompul, mengaku pihaknya belum memiliki data daftar orang-orang yang berpotensi melakukan tindak terorisme lonewolf dan leaderless jihad. Martinus mengatakan Polri, melalui personel intelijen dan Densus 88 Antiterornya terus berupaya mendata mereka.
"Perkembangan mereka yang ada di luar negeri, yang sebagian sudah ada yang pulang, yang kemudian menyebarkan paham-paham radikal itu ke orang-orang baru, ya termasuk mereka-mereka yang belajar sendiri ya. Yang istilah Pak Kapolri (Jenderal Tito Karnavian) itu adalah leaderless jihad atau mereka yang lonewolf ini yang belum kita miliki datanya," terang Martinus di Rupatama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (5/7/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tetapi bagi kami, pihak kepolisian, kita akan terus melakukan upaya-upaya penegakan hukum dengan melakukan tindakan-tindakan pencegahan, dengan melakukan yang disampaikan oleh pak Kapolri juga prevention strike," ujar dia.
Martinus menambahkan, selain Densus 88 Antiteror dan intelijen telah mendata terduga teroris yang ada di tanah air, mereka juga mencatat akun-akun media sosial mana saja yang menyiarkan tulisan atau video dengan konten radikal atau teror. Dia pun meminta masyarakat membantu kepolisian melaporkan akun-akun media sosial tersebut jika menemukan.
"Mereka-mereka yang muncul di media sosial kemudian menyatakan dengan kata-kata yang provokatif, itu semua menjadi catatan bagi pihak kepolisian. Apalagi kalau misalnya masyarakat membantu memberikan data 'Ini ada website', 'Ini ada situs', 'Ini ada akun ini'. Silahkan itu disampaikan sehingga kita, disamping kita melakukan patroli, patroli dunia maya, kita juga bisa mendapatkan informasi dari masyarakat," jelas dia. (aud/dnu)











































