Kondisi panas tersebut berasal dari atap rumah yang tidak diberikan plafon. Saking panasnya, warga membuat langit-langit rumah yang terbuat dari baja ringan menjadi tempat menjemur pakaian.
"Tadinya mau dikasih plafon tapi nggak ada dananya," kata Sulastri saat ditemui di rumahnya Jalan Kelapa Dua, RT 15/03, Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (5/7/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rumah Sulastri yang mengikuti program bedah rumah Pemprov DKI Foto: Akhmad Mustaqim/detikcom |
Sulastri adalah warga yang mendapatkan program bedah rumah dari pemerintah. Selain suasana rumah yang panas dia juga mengeluhkan tembok yang rembes saat hujan.
"Lagi kemarin kehujanan air ngegerajak semua, itu soalnya temboknya nggak diaci. Saya minta semennya katanya nggak ada budgetnya buat rapihin, katanya nggak ada dananya," keluhnya.
Rumah Sulastri yang mengikuti program bedah rumah Pemprov DKI Foto: Akhmad Mustaqim/detikcom |
Pemprov DKI Jakarta 'membedah' sekitar 83 rumah di daerah Cilincing, Jakarta Utara. Bedah rumah tersebut dilakukan secara cuma-cuma bagi warga yang rumahnya tidak layak huni.
Selain soal kondisi panas, kurangnya fasilitas utama rumah seperti pintu dan listrik menjadi keluhan peserta bedah rumah. (fdn/fdn)











































Rumah Sulastri yang mengikuti program bedah rumah Pemprov DKI Foto: Akhmad Mustaqim/detikcom
Rumah Sulastri yang mengikuti program bedah rumah Pemprov DKI Foto: Akhmad Mustaqim/detikcom