Penjelasan Polda NTT Soal Insiden Salah Tembak Pedagang

Penjelasan Polda NTT Soal Insiden Salah Tembak Pedagang

Petrus Ola - detikNews
Rabu, 05 Jul 2017 18:54 WIB
Penjelasan Polda NTT Soal Insiden Salah Tembak Pedagang
Foto: Dominikus Malo Solo diduga korban salah tembak (Ola-detikcom)
Kupang - Seorang pedagang asal Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT), Dominikus Malo Solo (40), tewas. Dominikus tewas karena menjadi korban salah tembak oknum polisi.

Polisi mengaku Domimikus merupakan korban salah tembak saat melakukan penggerebekan perjudian di rumah warga pada Selasa (4/7). Lokasi penggerebekan tersebut berada di Desa Kambata Wundut, Sumba Timur, NTT.

"Sekitar (Selasa 4 Juli), pukul 00.30 WITA anggota Polsek Lewa Bripda ST melakukan patroli bersama anggota Koramil Lewa Sertu UA menuju desa Kambata Wundut. Sekitar pukul 01.15 WITA anggota yang melaksanakan patroli sampai di rumah tempat dilakukan perjudian dan melakukan penggerebekan perjudian. Pada saat itu Bripda ST sempat melakukan tembakan peringatan sebanyak 2 kali ke udara dan ternyata 1 tembakan mengenai perut korban," ujar Kabid Humas Polda NTT, Kombes Jules Abast kepada detikcom, Rabu (5/7/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jules mengatakan, setelah kejadian tersebut, korban dilarikan ke Puskesmas Lewa dan selanjutnya dirujuk ke RSUD Waingapu.

"Sekitar Pukul 15.50-23 30 WITA telah dilakukan tindakan medis berupa operasi/bedah oleh dokter Matius Kitu, untuk mencari proyektil peluru. Setelah operasi kondisi korban nampak stabil dan dalam pengawasan dokter sehingga masih di ruang ICU RSUD Waingapu. Namun pada Rabu (5/7) sekitar pukul 00.00 WITA korban meninggal dunia karena kondisinya semakin memburuk pasca operasi," kata Jules.

Terhadap anggota yang lalai dan melakukan penembakan Polres Sumba Timur telah melakukan tindakan tegas dan sudah dilakukan penahanan. Kapolres Sumba Timur, AKBP V.T.M. Silalahi mengatakan, pihaknya sudah bertemu dengan keluarga korban.

"Saya sudah bertemu dengan kakak kandung (korban), Remigius serta istri dan anak korban untuk menyampaikan bela sungkawa dan permohonan maaf," jelas Silalahi.

Kapolres berjanji akan mengurus biaya pengobatan dan pemakaman serta berjanji akan mengusut tuntas anggotanya yang bersalah sesuai hukum berlaku. (rvk/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads