Polisi mengaku Domimikus merupakan korban salah tembak saat melakukan penggerebekan perjudian di rumah warga pada Selasa (4/7). Lokasi penggerebekan tersebut berada di Desa Kambata Wundut, Sumba Timur, NTT.
"Sekitar (Selasa 4 Juli), pukul 00.30 WITA anggota Polsek Lewa Bripda ST melakukan patroli bersama anggota Koramil Lewa Sertu UA menuju desa Kambata Wundut. Sekitar pukul 01.15 WITA anggota yang melaksanakan patroli sampai di rumah tempat dilakukan perjudian dan melakukan penggerebekan perjudian. Pada saat itu Bripda ST sempat melakukan tembakan peringatan sebanyak 2 kali ke udara dan ternyata 1 tembakan mengenai perut korban," ujar Kabid Humas Polda NTT, Kombes Jules Abast kepada detikcom, Rabu (5/7/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekitar Pukul 15.50-23 30 WITA telah dilakukan tindakan medis berupa operasi/bedah oleh dokter Matius Kitu, untuk mencari proyektil peluru. Setelah operasi kondisi korban nampak stabil dan dalam pengawasan dokter sehingga masih di ruang ICU RSUD Waingapu. Namun pada Rabu (5/7) sekitar pukul 00.00 WITA korban meninggal dunia karena kondisinya semakin memburuk pasca operasi," kata Jules.
Terhadap anggota yang lalai dan melakukan penembakan Polres Sumba Timur telah melakukan tindakan tegas dan sudah dilakukan penahanan. Kapolres Sumba Timur, AKBP V.T.M. Silalahi mengatakan, pihaknya sudah bertemu dengan keluarga korban.
"Saya sudah bertemu dengan kakak kandung (korban), Remigius serta istri dan anak korban untuk menyampaikan bela sungkawa dan permohonan maaf," jelas Silalahi.
Kapolres berjanji akan mengurus biaya pengobatan dan pemakaman serta berjanji akan mengusut tuntas anggotanya yang bersalah sesuai hukum berlaku. (rvk/rvk)











































