"Waktu itu ngasih orang Rp 150 ribu buat instalasi kabel listrik, saya cuma punya Rp 100 ribu, tapi nggak papa kata petugasnya." kata Dani saat ditemui di rumahnya Jalan Kelapa Dua, RT 15/03 Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (5/7/2017).
Dani bercerita uang instalasi itu digunakan untuk instalasi listrik dan pemasangan kabel. Kabel yang dipasang sepanjang 10 meter, namun itu hanya cukup untuk memasang lampu sampai ruang tengah saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia tidak tahu betul siapa yang meminta uang untuk instalasi listrik tersebut. Awalnya Dani mengira program bedah rumah tersebut sudah termasuk dengan instalasi listrik.
"Yang minta sih saya kurang paham, dia nawarin 'mau masang kabel ga?' Ya mau saya. Dia bilang sih dari pemerintah, dia datang dia bilang gratis, tapi ada ongkos pasangnya," ungkapnya.
Foto: Bedah rumah Pemprov DKI (Kim-detikcom) |
Sementara itu Sarwiti juga mengakui hal serupa. Namun dia tidak ambil pusing dan membeli kabel menggunakan uang pribadi.
"Kemarin punya duit buat beli kabel dulu. Padahal katanya dapat tapi Sampai sekarang nggak dapat, akhirnya beli sendiri," ujarnya.
(rvk/rvk)












































Foto: Bedah rumah Pemprov DKI (Kim-detikcom)