Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi menerima rekomendasi dari Polri dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengenai 234 orang dalam daftar pencarian orang (DPO) terkait dengan terorisme. Dari jumlah tersebut, terdapat 91 orang yang terlibat dengan ISIS.
"Yang terkait dengan ISIS terdapat 91 orang. Dari warga negara Aljazair ada 1 orang, Indonesia ada 83 orang, Kuwait 2 orang, Saudi Arabia 2 orang, Syria 1 orang, dan Turki 2 orang," kata Dirjen Imigrasi Ronny F Sompie di kantor Kemenkumham, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (5/7/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"DPO cuma ada nama, paspornya nggak ada. Jadi nggak tahu itu dari daerah mana," ujar Ronny.
Ronny mengatakan pihak Imigrasi akan memantau pergerakan dari para DPO apabila masuk wilayah negara Indonesia. Pihaknya siap bekerja sama dengan aparat terkait untuk mencegah DPO teroris masuk ke Indonesia.
"Kalau DPO itu belum masuk (ke Indonesia), kalau sudah masuk pasti di-holding," ucapnya.
"Memang di sini perlu kerja sama. Kami sering dapat data dari Polri, BNPT, ketika ada WNI yang kemungkinan akan terlibat ISIS apakah mereka dalam bentuk tertekan, dikuasai, atau sadar sendiri," tuturnya. (fdu/rvk)











































