Mayor Laut (P) Tunggul Waluyo menembak pelaku curanmor hingga tewas. Awalnya, Mayor Tunggul sudah mengeluarkan tembakan peringatan, namun pelaku juga mengeluarkan senjata dan melawan korban.
"Tunggul mengeluarkan tembakan peringatan namun salah satu perampok juga mengeluarkan pistol dari balik jaketnya. Akhirnya Tunggul menembak pelaku, 1 pelaku meninggal setelah berlari," kata Kadispenal Laksamana Pertama, Gig Jonias Mozes Sipasulta kepada detikcom, Rabu (5/7/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mendengar suara gaduh, Mayor Tunggul keluar dari lantai dua rumah dengan membawa pistol pada saat yang bersamaan sepeda motor Beat milik Mayor Tunggul sudah berhasil dikeluarkan perampok dari garasi," ujar Gig.
Gig menilai pelaku curanmor salah merampok rumah tersebut. Sebab, korban yang dirampok adalah anggota Kopaska.
"Perampok memang bawa senjata, yang dirampok kebetulan Kopaska. Perampoknya salah melirik dia (pelaku) karena yang dirampok Kopaska," kata Gig.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga mengatakan, bahwa korban merupakan seorang tentara. Dan apa yang dilakukan oleh korban sudah benar.
"Karena pelaku juga melawan. Mereka mempersenjatai diri dengan senjata tajam dan juga pistol," kata Shinto saat dihubungi terpisah.
Kasus ini, Polsek Sukomanunggal dan Polisi Militer Angkatan Laut sedang menyelidiki pelaku curanmor itu. Karena, dua pelaku lain melarikan diri. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 01.10 WIB. (fai/tor)










































