Rebutan Hasil Tangkapan Ikan, Sembilan Kapal Dibakar

Rebutan Hasil Tangkapan Ikan, Sembilan Kapal Dibakar

- detikNews
Rabu, 04 Mei 2005 01:05 WIB
Jakarta - Sudah dua pekan ini berlangsung aksi rebutan wilayah tangkapan ikan antarnelayan di perairan Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Riau. Buntutnya sembilan kapal milik nelayan dibakar.Perebutan wilayah tangkapan ikan ini terjadi nelayan asal Kecamatan Bantan merasa terganggu dengan kedatangan nelayan dari Kecamatan Rangsang yang masih berada dalam kabupaten yang sama. Puncaknya sembilan kapal milik nelayan Rangsang dibakar nelayan Bantan.Dalam aksi pembakaran kapal akhir pekan lalu, tidak ada awak kapal tidak dianiaya. Mereka hanya dipaksa kelompok nelayan Bantan untuk segera turun kedarat dan ditanyai identitas serta pemilik kapal aslinya. Setelah turun ke darat, nelayan Bantan membakar kapal milik nelayan Rangsang."Kita sudah berulang kali peringatkan nelayan Rangsang untuk tidak mencari ikan di wilayah tangkapan kami. Tapi mereka tetap saja menjarah hasil laut kami," kata Abu Samah, Ketua Solidaritas Nelayan se-Kecamatan Bantan (SNKB), kepada wartawan, Selasa (30/5/2005) di Bengkalis, Riau.Yang paling membuat kesal, menurut Abu Samah, mereka menggunakan jaring laut batu yang sama sekali tidak menyisahkan ikan untuk warga setempat.Dijelaskan Samah, kelompoknya selama ini juga tidak keberatan berbagai wilayah tangkapan di laut dengan nelayan dari daerah lain. Di peraian Selat Malaka itu, mereka sadar bahwa wilayah laut bukanlah milik pribadi warga Bantan. Yang jadi masalah, kelompok nelayan Rangsang ini menggunakan jaring batu (sejenis pukat harimau) yang tidak menyisahkan ikan lagi. "Ulah nelayan Rangsang ini, ikan kecil pun tidak tersisa untuk kami. Sedangkan kami sendiri hanya menggunakan jaring biasa," kata Abu.Abu Samah memastikan, nelayan asal Rangsang yang mencari ikan di Selat Malaka itu hanya sebagai anak buah kapal. Kapal yang dilengkapi jaring batu justru milik pengusaha asal Tanjung Balai Karimun, Pulau Karimun, Provinsi Kepulauan Riau. "Ini dapat kami pastikan, ketika kami periksa identitas kapal dan surat izin usaha perikanan yang mereka bawa," katanya.Sejauh ini, dari aksi pembakaran kapal tersebut, belum ada yang ditangkap oleh pihak keamanan, tetapi warga setempat mengaku ketakutan karena merasa ada ancaman dari pihak berwajib. Saat ini kegiatan melaut kedua kelompok nelayan itu berhenti total.Bupati Bengkalis Syamsurizal di hadapan wartawan mengatakan akan mengusut lebih lanjut masalah ini. Menurutnya, ada permasalahan dalam perijinan usaha penangkapan ikan yang dikeluarkan oleh Dinas Perikanan Provinsi Riau sehingga permasalahan juga harus ditinjau di tingkat provinsi. "Kita harap kedua kelompok nelayan ini bersikap tenang," katanya. (gtp/)


Berita Terkait