Hadang Alwi, Gus Dur akan Road Show ke DPC PKB se-Jawa
Rabu, 04 Mei 2005 00:43 WIB
Semarang - Ketua Dewan Syuro PKB Gus Dur tak tinggal diam melihat gerakan Alwi Shihab-Saifullah Yusuf menggalang dukungan di PKB. Untuk menghadang gerakan kubu yang kecewa dengan Muktamar II PKB ini Gus Dur akan melakukan road show ke DPC PKB se-Jawa."Kemarin kan sudah di Jawa Timur. Senin depan, ganti Jawa Tengah. Begitu seterusnya sampai ke daerah Jawa Barat," kata Gus sesaat sebelum meninggalkan Bandara Ahmad Yani Semarang, Selasa (3/5/2005) malam.Gus Dur memperkirakan, kunjungannya ke Jawa Barat baru akan terlaksana pada Juni mendatang. Daerah-daerah yang sudah pasti akan dikunjungi antara lain Priangan, Ciamis, Cirebon, Karawang, Bogor, dan Banten."Nanti yang datang adalah Ketua Dewan Syuro dan Ketua Dewan Tanfidz. Ini murni pengurus DPC, bukan seperti pertemuan yang dilakukan kelompok lain. Itu kan hanya staf yang datang," tuturnya.Ketika ditanya soal dukungan kiai sepuh kepada Alwi cs, Gus Dur balik bertanya. "Kiai siapa? Sebutkan? Sebut saja namanya. Kalau ada yang tidak mengakui muktamar Semarang, mungkin saja mereka punya persoalan pribadi. Nyatanya muktamar dihadiri banyak orang," paparnya.Kemudian, ketika disinggung soal Alwi, Gus Dur terlihat marah. Dengan tegas ia menyatakan tidak akan menganggap Alwi. Baginya, Alwi terlalu kecil. Tidak tepat baginya untuk menanggapi pernyataan Alwi. "Kecuali kalau Suharto yang bicara," ujarnya pendek.Mantan Ketua PBNU ini juga tidak mau berkomentar banyak soal kemungkinan adanya pengurus PKB yang pro Alwi. Dia tidak mau berandai-andai. Yang terpenting adalah kenyataannya."Sampean ini kalau nanya kok kalau, kalau. Saya tidak mau nanggepi kalau hanya kalau, kala. Nyatanya saja, saya dipilih oelh siapa. Selesailah sudah," katanya sambil mengakhiri wawancara.Gus Dur melawat ke Kudus dalam rangka pelantikan pengurus NU. Ia didampingi sejumlah staf pribadinya. Di bandara, tak tampak satu pun pengurus PKB maupun NU Jateng yang menyambutnya. Yang terlihat hanya pengasuh Ponpes Soko Tunggal Semarang Nuril Huda.
(gtp/)











































