"Tentang hasil, saya lagi rekap, akan saya umumkan paling lama besok bagi besaran itu (jumlah pemudik yang meninggal). Tapi secara umum, yang meninggal itu turun 40 persen," ujar Budi setelah menutup posko angkutan Lebaran terpadu tahun 2017, yang berlangsung di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Selasa (4/7/2017).
Budi mengatakan, berdasarkan laporan yang ia terima dari Dirjen Perhubungan Darat serta Kakorlantas, kecelakaan yang terjadi bukan di jalur Lebaran. Ia menyebut banyak kecelakaan yang terjadi, baik di jalan provinsi maupun jalan kabupaten.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Budi mengakui masih memiliki beberapa pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Salah satunya soal peningkatan yang cukup signifikan jumlah pengguna sepeda motor saat mudik Lebaran tahun ini.
"Memang ini kita prihatin (banyaknya angka pemudik sepeda motor). Ini adalah PR kita untuk menambah mudik gratis dan memberikan layanan yang baik. Kalau kita sudah memberikan layanan angkutan transportasi massal yang baik, sudah bagus, ya nantinya masyarakat itu nggak akan naik motor lagi," tutur Budi.
Budi mengatakania akan terus melakukan peningkatan pada angkutan massal, seperti kereta api, angkutan laut, dan bus. Untuk bus, Budi menyebut telah menugasi Dirjen Perhubungan Darat melakukan pemantauan guna meningkatkan layanan bus menjadi lebih baik.
"Kita akan tingkatkan terus dan akan kita awasi betul sehingga pemanfaatan angkutan massal ini bisa maksimal. Selain itu, soal mudik gratis tahun ini, angkanya masih cukup kecil sekitar 300 ribu, tapi kita melihat ada spirit perusahaan untuk berkontribusi sehingga kita harapkan tahun depan mudik gratis ini jumlahnya bisa meningkat," ucap Budi. (hld/rvk)











































