JK soal Penusukan Brimob: Kalau Dia Islam, Masak Orang Ditikam?

ADVERTISEMENT

JK soal Penusukan Brimob: Kalau Dia Islam, Masak Orang Ditikam?

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Selasa, 04 Jul 2017 14:36 WIB
Wapres JK sedang diwawancarai. (Muhammad Taufiqurrahman/detikcom)
Jakarta - Dua petugas kepolisian diserang pelaku terorisme saat sedang melaksanakan salat berjemaah di masjid di dekat Markas Besar Polri. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyebut tindakan itu bukanlah ajaran Islam.

"Dia sama-sama salat, tiba-tiba dia tikam. Kalau dia Islam, betul, masak orang ditikam? Jadi bukan Islam yang benar, begitu," ujar JK di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (4/7/2017).

JK memperkirakan penyerangan terhadap anggota Polri dilakukan karena polisi, khususnya Densus 88, terus memerangi terorisme di Indonesia.

"Mungkin saja karena faktor itu. Karena polisi yang ngerti, maka dia membalas ke polisi karena yang nangkap-nangkapi polisi," kata JK.

Sementara itu, hingga saat ini telah banyak warga negara Indonesia (WNI) yang dideportasi dari Suriah. JK menyebut pemerintah telah melakukan upaya deradikalisasi terhadap mereka.

"Ya kan pertama, bagaimana mereka, kembali ke masyarakat dan mempunyai pekerjaan. Dari situ barulah berpikir, karena ini kan mereka sudah dicuci otak. Nah, (kita) cuci kembali," ucapnya.

Sebelumnya, AKP Dede dan Briptu Syaiful menjadi korban penusukan saat hendak melaksanakan salat isya di Masjid Falatehan. Saat ini, kondisi keduanya membaik dan stabil.

Keduanya ditusuk pada Jumat, 30 Juni. kedua polisi ini mengalami luka di bagian leher dan wajah. (fiq/dnu)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT