"Jadi itu pengaruh teknologi. Yang radikal itu tak hanya orang yang mencuci otak. Teknologi juga itu membuat menyebabkan orang radikal. Itu tandanya lone wolf itu. Karena yang mengajarkan itu bukan orang. Mereka membaca, di internet dan sebagainya," kata JK di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (4/7/2017).
Penyerangan terbaru di Masjid Falatehan, Jakarta Selatan, membuktikan bahwa Indonesia, khususnya masyarakat, telah menjadi korban. Menurutnya, pihak keamanan terus bertindak cepat untuk memerangi terorisme di masyarakat.
![]() |
"Kalau polisi tak bertindak, akan jauh lebih banyak lagi terjadi," kata JK.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena itu, lanjut JK, pemerintah telah menugasi Menkominfo memblokir akses-akses yang merujuk pada ajaran-ajaran radikalisme dan pornografi.
"Tapi karena miliaran data di situ, jadi tidak semua, bisa diblokir. Miliaran data yang ada di internet itu," tutur JK. (tfq/asp)












































