"Niat saya baik, sama-sama cinta juga," kata Selamet saat dihubungi detikcom via ponsel perangkat Desa Karangendah, Kecamatan Lengkiti, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, Selasa (4/7/2017).
Selamet menyebut beberapa teman mencemooh tindakannya. Pilihan menikahi Rohaya, yang berusia 71 tahun, dianggap tak lazim. Ada juga yang menganggap lelucon. Tapi Selamet bergeming.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Niat Selamet bulat. Apalagi dia sudah mendapat restu anak Rohaya. Juga mendapat dukungan dari perangkat desa. Akhirnya, Minggu (2/7/2017), Selamet mengucap ijab-kabul di depan saksi, penghulu, dan warga. Lokasi pernikahan adalah rumah Ketua RT I, Dusun I, Desa Karangendah, Kecamatan Lengkiti.
"Kalau kemarin manggilnya 'bibi', sekarang saya panggil 'bunda' untuk menyesuaikan," kata Selamet soal panggilan kepada istrinya.
Selamet hidup sendiri setelah ditinggalkan orang tua karena bercerai. Beberapa waktu terakhir, dia menumpang di rumah Rohaya. Kini, setelah menikah, ia resmi menjadi penghuni rumah janda beranak satu itu. Statusnya kini sebagai suami dan penjaga tuan rumah.
"Anaknya (Rohaya) berpesan agar nanti saya bisa menjaga ibunya karena dia sering kerja jauh," ucap Selamet. (try/try)











































