"Sekarang ada juga namanya fenomena leaderless jihad atau jihad tanpa pemimpin. Dia tidak terkait dengan network (jaringan)," kata Tito di Rupatama, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (4/7/2017).
Pelaku leaderless jihad itu diduga membuka website radikal, lalu terinspirasi konten di dalamnya, kemudian bergabung dalam percakapan dengan kelompok radikal tersebut. Setelah itu, pelaku bergerak sendiri, mulai dari belajar merakit, menentukan target, hingga membuat metode penyerangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT











































