DetikNews
2017/07/04 13:10:46 WIB

MA Terbelah Adili Kasus 59 Kg Emas Palsu Ratna Dewi

Andi Saputra - detikNews
Halaman 1 dari 3
MA Terbelah Adili Kasus 59 Kg Emas Palsu Ratna Dewi Ratna Dewi (egir/detikcom)
Jakarta - Mahkamah Agung (MA) ternyata terbelah menilai asal-usul emas 59 kg Ratna Dewi yang disimpan di bank pelat merah. Di perkara perdata, MA menyatakan emas itu palsu sejak dijaminkan di bank. Tapi di perkara pidana, MA menilai emas itu awalnya asli, tapi belakangan diganti dengan tembaga oleh pihak bank. Mana yang benar?

Berdasarkan putusan yang dilansir website Mahkamah Agung (MA) sebagaimana dikutip detikcom, Selasa (4/7/2017), kasus itu bermula saat Ratna Dewi meminjam uang ke bank pelat merah di bilangan Sudirman pada 2012 lalu. Awalnya, Ratna Dewi menjaminkan 10 kg emas dan perlahan naik menjadi 59 kg. Jaminan fidusia pun berubah menjadi gadai.

Belakangan, kasus itu mencuat saat dilakukan pengawasan internal. Sebab, emas yang ada di savety box ternyata batangan tembaga. Hasil pemeriksaan internal menyatakan:

Pada 5 Februari 2013 , logam mulia jaminan gadai tersebut sesuai dengan daftar stock emas 7 Juni 2011 dengan jumlah 590 keping atau seberat 59 kg telah dilakukan pengujian dari ahli Pegadaian dengan disaksikan oleh saksi dari PT ANTAM bersama-sama dengan petugas bank dan Penyidik, dan ditemukan bahwa seluruh emas yang diperiksa sejumlah 590 keping logam mulia tersebut bukan merupakan emas murni (bukan logam mulia) eks PT ANTAM berkadar 24 karat dengan berat masing-masing 100 gram, namun merupakan tiruan emas batangan murni hasil cetakan berbahan dasar logam tembaga yang disepuh warna keemasan dengan teknik elektrolisa dengan berat masing-masing berkisar antara 53,00 s/d 58.00 gram.

Temuan ini berbuntut panjang hingga membelah MA. Berikut kronologi kasus hukumnya:
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed