"Cuma ditanya proses penganggaran (e-KTP) saja," ujar Ganjar usai diperiksa di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (4/7/2017).
Pembahasan anggaran pengadaan e-KTP ditegaskan Ganjar berlangsung normal. Namun Ganjar mengaku tidak tahu menahu bila ada dugaan kongkalikong dalam pembahasannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ganjar Pranowo usai diperiksa KPK, Selasa (4/7/2017) Foto: Nur Indah Fatmawati-detikcom |
Baca juga: Ganjar Pranowo Mengaku Ditawari Duit dari Mustokoweni, tapi Ditolak
Dia tidak membantah soal adanya tawaran uang yang diduga ada kaitannya dengan e-KTP. Keterangan ini sudah disampaikan Ganjar saat bersaksi dalam sidang perkara dugaan korupsi e-KTP dengan terdakwa eks pejabat Kemendagri, Irman dan Sugiharto.
"Iya, pas persidangan kan pernah tak ceritakan," jawabnya.
Namun tawaran duit tersebut ditolak. Ganjar juga menegaskan tidak mengenal Andi Agustinus alias Andi Narogong, tersangka dalam kasus ini.
"Karena dulu saya sudah pernah dikonfrontir langsung. Saya ceritakan, saya pernah dikonfrontir. Pak Novel dulu yang mengkonfrontir saya. 'Apakah saudara si pemberi uang (Andi Narogong) itu ngasih? Tidak. Kalau Pak Ganjar tidak,' jawab Andi.
"Saya lega saja," terang Ganjar.
(nif/fdn)












































Ganjar Pranowo usai diperiksa KPK, Selasa (4/7/2017) Foto: Nur Indah Fatmawati-detikcom