Maaf: Ya!, Kompensasi: Tidak!

Koizumi di Belanda

Maaf: Ya!, Kompensasi: Tidak!

- detikNews
Selasa, 03 Mei 2005 20:51 WIB
Den Haag - Hubungan Belanda-Jepang masih menyimpan duri dalam daging, yakni sejarah perih dalam Perang Dunia II. Koizumi hanya meminta maaf tapi menolak kompensasi."Kami menyampaikan permintaan maaf dan itu sudah cukup," kata jurubicara Koizumi pada konferensi pers singkat di hotel Okura, Amsterdam (2/5/2005), seperti dilansir ANP.Upaya sekelompok pengurus yayasan, yang mewakili 90.000 orang Belanda korban pendudukan militer Jepang di Nederlands-Indie (Indonesia), untuk menemui Koizumi tidak berhasil. Mereka, di antarnya anggota KNIL, bermaksud meminta ganti rugi finansial. Akhirnya mereka hanya diterima Kedubes Jepang dan berjanji meneruskan aspirasi ke PM Koizumi.Kunjungan Koizumi ke Belanda sangat singkat. Ia bertemu PM Belanda JP Balkenende di SieboldHuis, Leiden, lalu diterima Ratu Beatrix di Istana Huis ten Bosch. Setelah itu pada hari yang sama dia langsung terbang menuju Jepang. Pada pertemuan dengan Balkenende, Koizumi menyatakan gembira dapat menjalin hubungan baik dengan Belanda setelah mengalami masa turbulensi pada PD II. Ia juga menyampaikan rasa terimakasih atas dukungan militer Negeri Kincir Angin itu kepada militer Jepang selama menjalankan misi di Irak. Selain itu diungkapkan bahwa misi kunjungan Koizumi kali ini juga untuk menjajagi kemungkinan dukungan Belanda soal ide mereformasi PBB, di mana Jepang mengisyaratkan berambisi masuk sebagai anggota tetap DK. PM Balkenende menjawab bahwa Belanda terlebih dulu ingin menunggu bagaimana diskusi soal reformasi PBB itu bergulir di tataran internasional, sebelum menyatakan pendapatnya.Isyu lain yang mengemuka adalah soal kepentingan di Asia Timur. Dalam lawatannya ke Ketua UE, Koizumi menyampaikan harapan agar UE di masa depan lebih aktif di kawasan tersebut. Ia mengajak UE untuk meningkatkan hubungan perdagangan kedua pihak, disertai konsultasi geopolitik yang lebih intensif.Dalam pertemuan dengan UE kemarin, dilakukan pernyataan bersama berisi seruan agar Korea Utara melucuti program nuklirnya tanpa syarat dan kembali ke meja perundingan multilateral. Juga ditekankan bahwa bagi UE-Jepang, Cina merupakan mitra yang konstruktif dan bertanggung jawab. (es/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads