Acara ini digelar di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Selasa (4/7/2017). Tamu undangan yang dijadwalkan hadir adalah Deputi I Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim, Deputi II Bidang Koordinasi SDA dan Jasa Kemenko, Deputi III Bidang Koordinasi Infrastruktur Kemenko, serta Deputi IV Bidang Koordinasi SDM Iptek dan Budaya Maritim Kemenko.
Berdasarkan pantauan detikcom sekitar pukul 11.05 WIB, Luhut memasuki tempat acara dan datang pula Kapolri Jendral Tito Karnavian, Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar, dan Menteri Pariwisata Arief Yahya. Setelah kedatangan Luhut, acara pun dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan 'Indonesia Raya'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menunggu acara dimulai pada pukul 10.00-11.00 WIB, tamu yang sudah hadir dihibur oleh pertunjukan musik di panggung acara.
Halal Bihalal Keluarga Besar Kemenko Kemaritiman (Samsudhuha Wildansyah/detikcom) |
"Seingat saya juga ya, tentu memori saya tidak sempurna, mudik yang paling lancar dan aman ya kemarin itu," ujar Luhut dalam acara ini.
Selain itu, dia melihat pertumbuhan ekonomi sudah bagus, antara 5,2 dan 5,3 persen. Stabilitas kondisi ekonomi sudah semakin terbentuk. Ini karena Presiden Jokowi sudah memberikan contoh yang baik terkait dengan kerja-kerja yang sangkil dan mangkus, juga transparansi di berbagai bidang.
"Apakah negara ini sudah bagus? Ya belum, masih jauh. Tapi yang ingin saya sampaikan sepanjang yang saya ingat itu, perjalanan kita yang paling stabil ya sekarang ini," ucapnya.
Khusus soal kementerian yang dipimpinnya, ini adalah halalbihalal kedua yang diselenggarakan. Kemenko Kemaritiman memang belum lama terbentuk dan isinya adalah orang-orang dari berbagai latar belakang kementerian. Dia ingin semua penggawa kementeriannya bisa transparan tanpa ada yang disembunyikan dalam bekerja.
"Datang dari berbagai kementerian dengan segala macam 'kungfunya'. Masing-masing kita ingin membentuk tim untuk kebersamaan. Jangan ada dusta di antara kita," tuturnya. (dnu/dnu)












































Halal Bihalal Keluarga Besar Kemenko Kemaritiman (Samsudhuha Wildansyah/detikcom)