Melati Sudah Islah dengan AR

Pencabulan Mahasiswi UPI

Melati Sudah Islah dengan AR

- detikNews
Selasa, 03 Mei 2005 19:44 WIB
Bandung - Korban pencabulan yang diduga dilakukan Ustadz AR, sebut saja Melati, mengaku pernah islah dengan AR. Islah dilakukan pada Jumat (3/9/2004) di Hotel Cipaku, Lembang. Tapi, Melati belum puas. Melati mencaritakan ini kepada waratwan di di Masjid Jami Nurul Jannah, Negla Hilir No 16 Kelurahan Isola, Bandung, Selasa (3/5/2005) saat jumpa pers. Menurut dia, pertemuan islah itu dihadiri perwakilan Tim Investigasi UPI (Universitas Pendidikan Indonesia), Daarut Tauhiid (DT), AR, Melati serta saudaranya."Dalam pertemuan itu ada Sumpah Mubahalat. Kalau berbohong, masing-masing akan dilaknat oleh Allah Swt," ungkap Melati. Dalam pertemuan itu, kata Melati, AR mengaku dengan jawaban 'demi Allah' dan pernah bertemu dengan Melati dalam sebuah konsultasi. Pengakuan lainnya, AR pernah memberikan uang Rp 50 ribu kepada Melati setelah keduanya pulang dari Hotel Anugrah, Ledeng. Namun uang itu dianggap oleh AR sebagai bentuk sebagai hibah saja.Saat itu, Melati juga menandatangani isi-isi islah itu. "Tapi, saya tidak sempat baca hasil pertemuan itu. Saya tanda tangan saja, ternyata ada satu poin yang mengatakan tidak akan ada penuntutan dari pihak UPI dan DT. Saya tidak tahu pada saat itu," sesal Melati.Menurut pengakuan Melati, DT berjanji akan memberikan kompensasi. Antara lain, DT berjanji akan membangun rumah dan memberikan uang kuliah. Jaminan ini berlaku hingga Melati selesai kuliah dan menikah.Saat ini, Melati berupaya mencari bantuan hukum dari pihak lain. "UPI tidak begitu responsif. Saya perlu bantuan hukum lainnya. Namun, saya masih tetap menunggu respons dari lembaga hukum UPI. Saya tidak mau mengintervensi lembaga hukum UPI, " katanya.Dalam penuturan selama hampir 1,5 jam itu, Melati kembali meminta kesadaran dan pengakuan dari AR. AR diminta bertanggung jawab atas tindakannya itu. Melati mengaku belum puas, sampai AR dibawa ke depan hukum. Selain itu perkara apakah dirinya hendak dinikahi atau tidak oleh AR, Melati mengaku hal itu tidak tahu. Pernah Bicara dengan Aa Gym Melati juga mengalu pernah menelepon Aa Gym setelah kejadian itu. Saat memberanikan menelepon rumah Aa Gym, Melati diterima dengan baik oleh istri Aa Gym, Ninih. Setelah itu, baru Aa Gym yang menerima teleponnya. "Saya tidak menambah-nambahkan percakapan ini," kata dia. Percakapan terakhir dengan Aa Gym seingat Melati terjadi pada bulan November tahun 2004.Berikut petikan yang dikemukakan Melati: Aa Gym: Kamu ingin apa?Melati: Pertama, saya ingin sebuah pertanggungjawaban, koreksi terhadap manajemen Daarut Tauhid.Aa Gym: Apakah anda memiliki kesalahan atau tidak?Melati: Aa, Ini musibah terhadap saya. Saya merasa tidak memiliki kesalahan baik dengan AR ataupun dengan DT atau Aa. Musibah yang menimpa saya ini harus saya perjuangkan. Kalau perlu mesti ke pengadilan.Aa Gym: Pengadilan? Itu ancaman buat saya, dakwah dan Islam. Saya sudah membangun selama 11 tahun. Melati: Tapi, nikah Mut'ah itu melanggar hukum?Aa Gym: AR itu orang Islam, begitu juga dengan anda, Islam.Menurut Melati, sejak ada percakapan dengan Aa Gym, dirinya tak pernah ke DT lagi. "Ini kebenaran sesungguhnya. Kebenaran dari Allah dan kesalahan dari saya. Kenapa Aa Gym tidak buka saja. Jangan mendeskriditkan kaum perempuan," kata dia agak emosi dan menangis. Saat jumpa pers ini, Melati ditemani oleh sejumlah temannya dari Kampus UPI. Setelah kasus ini mencuat, teman-teman kuliah akan menjaga Melati. Menurut Iman Abdul Rahman, mahasiswa UPI, hal ini untuk mengantisipasi hal-hal negatif yang terjadi pada diri Melati. Sampai saat ini, belum ada tanggapan dari DT maupun Tim Investigasi UPI terhadap pengakuan Melati ini. Pimpinan DT Aa Gym masih melakukan ibadah umrah. Dalam SMS-nya yang dikirimkan detikcom, Aa Gym berharap pemberitaan tentang kasus ini tidak sampai menyeret orang yang tidak bersalah. Aa Gym juga meminta pemberitaan secara adil. (asy/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads