Tuntut THR, Massa Juru Parkir Datangi Kantor UP Perparkiran DKI

Tuntut THR, Massa Juru Parkir Datangi Kantor UP Perparkiran DKI

Ibnu Hariyanto - detikNews
Selasa, 04 Jul 2017 10:25 WIB
Tuntut THR, Massa Juru Parkir Datangi Kantor UP Perparkiran DKI
Massa juru parkir mendatangi UP Perparkiran. (Ibnu Hariyanto/detikcom)
Jakarta -

Massa juru parkir se-DKI mendatangi kantor Unit Pelaksana (UP) Perparkiran Dinas Perhubungan DKI Jakarta di Pulogadung, Jakarta Timur. Mereka datang untuk menanyakan tentang tunjangan hari raya (THR) yang belum diberikan pada tahun ini.

Berdasarkan pantauan detikcom sekitar pukul 09.00 WIB, puluhan juru parkir yang memakai seragam biru muda itu berkumpul di depan kantor UP Perparkiran, Selasa (4/7/2017). Tak berapa lama kemudian, puluhan juru parkir diajak masuk oleh petugas Dishub untuk melakukan mediasi dengan pimpinan UP Perparkiran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu juru parkir, Melki, mengatakan dia bersama teman-temannya datang untuk menanyakan THR yang belum diberikan pada tahun ini. Melki mengungkapkan sebelumnya dia mendapat THR setiap tahun.

"Sebenarnya setiap tahun itu kita dapat. Tapi untuk tahun ini ada kendala masalah THR. Kita nggak tahu apa masalahnya di kantor ini. Mudah-mudahan ini bisa terselesaikan secara kekeluargaan dengan pimpinan kami," ujar Melki di kantor UP Perparkiran Dishub DKI, Pulogadung, Jakarta Timur.

Tuntut THR, Massa Juru Parkir Datangi Kantor UP Perparkiran DKIFoto: Ibnu Hariyanto/detikcom
Melki mengaku setiap tahun mendapat THR sebesar Rp 350 ribu. Namun di tahun ini dia belum menerima THR tersebut. Dia menginginkan ada solusi dari pimpinan terkait dengan masalah THR ini.

"Itu tergantung dari pimpinan apabila ada kendala yang belum bisa menerima hak kami. Mungkin bisa solusi lain atau cari jalan keluar agar semua bisa terlaksana dengan baik. Biasanya kita ditransfer lewat rekening, tapi untuk tahun ini ada kendala," kata Melki.

Tuntut THR, Massa Juru Parkir Datangi Kantor UP Perparkiran DKIFoto: Ibnu Hariyanto/detikcom
Selain itu, Melki, yang sehari-hari menjadi juru parkir di sebuah bank swasta di wilayah Jakarta Timur, mengaku sering mendapat tindakan premanisme saat bekerja. Sebab itu, dia berharap pimpinan UP Perparkiran DKI lebih memperhatikan para juru parkir yang bekerja di lapangan.

"Kami ini sering berhadapan dengan premanisme. Dan kalau kita sendiri berjalan ini tidak bisa mengatasi harapan saya ke depannya jika ada masalah di lapangan, jika ada diambil alih oleh premanisme, kami mohon pimpinan di kantor ini dapat melakukan tindakan ke lapangan. Sebab, kita ini punya atasan, punya pimpinan, tapi seolah bekerja sendiri," tutur Melki.

Hingga saat ini proses mediasi antara pimpinan UP Perparkiran DKI dan para juru parkir masih berlangsung. Karena itu, pihak UP Perparkiran DKI belum memberikan keterangan terkait dengan kedatangan para juru parkir tersebut. (ibh/rna)


Berita Terkait