Takut Tsunami, 8.000 Warga Mentawai Bertahan di Pengungsian
Selasa, 03 Mei 2005 18:31 WIB
Padang - Takut tsunami akan menghantam wilayah mereka, sedikitnya 8 (delapan) ribu warga pulau Siberut, Kabupaten Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar) masih bertahan di pengungsian. Mereka mendirikan tenda-tenda darurat di perbukitan sejak gempa berkekuatan 6,8 SR mengguncang daerah itu 10 April lalu. Hal tersebut diungkapkan oleh Rapot, warga mentawai, ketika dihubungi detikcom via telepon, Selasa (3/5/2005). "Sekarang, warga yang mengungsi mulai diserang penyakit seperti malaria dan diare. Obat-obatan yang tersedia juga sangat kurang," ujarnya.Dikatakan Rapot, karena ketakutan, hanya sebagian kecil warga pulau Siberut yang berani melakukan aktivitas mereka seperti biasa. Akibatnya, persediaan makanan semakin hari semakin berkurang. Memang, ada bantuan dari Pemkab Mentawai namun hanya sampai di ibu kota Kecamatan Siberut Selatan, Muara Siberut dan ibu kota kecamatan Siberut Utara, Muara Sikabaluan."Saat ini, setidaknya masih ada empat desa yang belum mendapat sama sekali dari pemerintah, yakni desa Sagulubek, Taleleu, Katurei, dan desa Saibi Samukop.Transportasi di sini memang sulit tapi bantuan harus tetap diusahakan agar warga tidak menderita kelaparan," terangnya.Lebih lanjut, Rapot mengatakan, hingga kini isu akan terjadinya gempa besar dan tsunami yang akan menenggelamkan Kepulauan Mentawai terus beredar di kalangan warga. Hal tersebut membuat banyak orang tua yang takut melepas anaknya pergi sekolah. "Kemarin memang sudah ada yang pergi sekolah namun jumlahnya tidak seberapa. Apalagi akibat gempa kemarin SMP Negeri Muara Siberut rusak parah. Hanya 3 lokal yang dapat digunakan dari 15 lokal yang sebelumnya tersedia," demikian Rapot.Sementara itu, Humas Pemkab Mentawai, Desti Seminora, yang dihubungi lewat telepon mengatakan sudah mendapatkan informasi mengenai kondisi warganya dipengungsian. "Kesulitan kita di Mentawai adalah minimnya sarana komunikasi dan transportasi. Kita sudah berkoordinasi dan secepatnya akan mengirimkanbantuan pada warga," demikian Desti Seminora.
(asy/)











































