Basuki Suhardiman Konsultasikan Somasi Kompas ke KPU
Selasa, 03 Mei 2005 18:29 WIB
Jakarta - Bagaimana respons Sekretaris Tim Ahli KPU Basuki Suhardiman setelah disomasi Sidik Pramono dan Kompas? "Saya masih harus konsultasi dengan pimpinan KPU," jawab Basuki.Konsultasi itu perlu karena Basuki tidak ingin bertindak atas nama sendiri. "Memang itu somasi kepada saya. Tapi somasi itu ditujukan ke Gedung KPU. Jadi saya mesti bertanya dululah pada bos (pimpinan KPU)," kata Basuki dalam perbincangan dengan detikcom per telepon, Selasa (3/5/2005) pukul 18.00 WIB.Basuki mengaku sudah menerima salinan somasi itu per e-mail. Sebelum somasi datang, Basuki juga sudah ditelepon oleh Amir Syamsuddin, pengacara Kompas. Orang ITB ini pun menjelaskan A hingga Z kasus Satria Kepencet yang kini jadi ramai itu.Pada 25 April lalu, Basuki juga ditelepon oleh Redaktur Hukum dan Politik Kompas, Budiman Tanuredja. Dalam percakapan itu, Basuki mengklarifikasi dua hal. Pertama, tidak benar dia menyebarluaskan tulisan Satria Kepencet ke khalayak luas. "Kalau penyebaran terbatas, ya saya menyebarkan di milis yang biasa saya gunakan berdiskusi," kata Basuki.Kedua Basuki minta maaf jika ada pihak yang tersinggung atas pesan-pesan yang diforwardnya itu. "Jadi saya kaget jika kemudian datang somasi kepada saya," akunya.Meski kaget, namun Basuki menanggapi baik somasi itu. "Somasi itu baik, dalam artian wajar saja," pendapatnya.Basuki menegaskan dia tidak punya niat jelek dalam meneruskan tulisan Satria Kepencet yang menyengat Kompas itu. Kalau punya niat jelek, tentunya dia akan meneruskan tulisan Satria Kepencet ke milis yang lebih banyak."Saya melihat ada yang aneh dalam tulisan itu sehingga saya meneruskan ke milis untuk diskusi. Itu hanya sharing info untuk komunitas terbatas," katanya. Karena itu, Basuki menyesalkan jika tulisan Satria Kepencet jadi masalah besar karena ada pihak yang sengaja membocorkan."Milis-milis itu bersifat tertutup. Tapi rupanya di situ ada mata-mata yang menyebarkan pesan-pesan itu ke luar," sesal Basuki.Saat dikontak, Basuki berada di Bandung. Apakah dia akan ke Jakarta untuk menyelesaikan kasus Satria Kepencet melawan Kompas? "Ah nggak perlu. Kan bisa cukup lewat telepon, SMS, e-mail. Kita bisa manfaatkan teknologi," jawabnya.Bahkan jika dia memenuhi tuntutan somasi Kompas, Basuki cukup melakukannya lewat e-mail. "Saya nanti bisa kirim ke media massa dsb lewat e-mail. Yang jelas saya tidak mau masalah ini berlarut-larut jadi panjang," demikian Basuki Suhardiman.
(nrl/)











































