Kompas Takkan Kejar EW Satria Kepencet
Selasa, 03 Mei 2005 17:42 WIB
Jakarta - EW, yang diyakini adalah Satria Kepencet, boleh bernafas lega. Soalnya Sidik Pramono, wartawan Kompas yang oleh Satria Kepencet disebut menerima gaji bulanan dari KPU, takkan mengubernya. Sidik dan koran tempatnya bekerja, Kompas, hanya akan menguber Basuki Suhardiman."Nggaklah. Karena kuncinya semua ada di Basuki. EW itu masalah lain," kata Sidik saat ditanya detikcom, Selasa (3/5/2005) dalam jumpa pers di Kafe Venezia, Jl Raya Cikini, Jakpus.Inisial EW menjadi penting karena dalam tulisannya yang perdana dimiliskan, Satria Kepencet meninggalkan jejak beruliskan EW. Jejak itu bertuliskan:Date: Thu, 14 Apr 2005 17:55:34 -0700 (PDT)From: EW <[EMAIL PROTECTED]>To: Basuki Suhardiman <[EMAIL PROTECTED]>Sedangkan pada posting selanjunya, From: EW berubah menjadi From: Satria Kepencet.Dalam salah satu tulisannya, Satria Kepencet menyebut Sidik Pramono yang berinisial dik menerima gaji bulanan dari KPU. Hal inilah yang membuat Sidik merasa difitnah dan Kompas juga merasa dirugikan karena dikaitkan dengan order cetak suara.Menurut Redaktur Hukum dan Politik Kompas, Budiman Tanuredja, Basuki pernah bertandang ke kantor Kompas dan mempertanyakan secara pribadi dugaan-dugaan yang tertera di e-mail Satria Kepencet atas tuduhan kepada Sidik."Itu kan nggak ada buktinya semua. Jika tulisan Sidik menang lomba dsb itu sudah atas nama institusi Kompas. Bukan dari Sidik pribadi," kata Budiman dalam jumpa pers di Cafe Venezia.Sidik dan Kompas sama-sama menuntut Basuki Suhardiman minta maaf dalam waktu 3x24 jam. Jika permintaan ini tidak dipenuhi, Sidik dan Kompas akan sama-sama melancarkan gugatan hukum."Kompas punya pengacara dan akan melakukan tuntutan sendiri. Sidik juga begitu," kata Budiman.Ketua Umum AJI Edy Suprapto yang menghadiri jumpa pers itu menyatakan, kasus Satria Kepencet ini bukan masalah Sidik pribadi, tapi juga bagi institusi media massa dan profesi kewartawanan pada umumnya.
(nrl/)











































