"Kita memang melihat mudik ini sebagai suatu uji coba atau suatu pembuktian. Bagaimana suatu arus yang begitu besar (mudik) menggunakan pra sarana yang ada," ujar Budi dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (3/7/2017).
Budi juga menyampaikan apresiasi kepada pihak terkait yang terlibat dalam penanganan arus mudik. Semua pihak menurutnya punya peran masing-masing yang tak terpisahkan dari keseluruhan penanganan arus mudik.
"Saya sangat menghargai dan mengapresiasi para stakeholders. Baik polisi, PUPR, Jasa Marga, Pertamina, hingga Departemen Kesehatan yang selama ini telah sangat kooperatif untuk mewujudkan mudik yang aman, nyaman dan lancar," sambung Budi.
"Kita lihat memang kita harus lakukan improvement dari hari ke hari, dari tahun ke tahun. Agar kita bisa mencapai peningkatan yang lebih baik. Tahun ini (penyelenggaraan angkutan lebaran) lebih baik dari tahun lalu, sehingga tahun depan juga harus lebih baik lagi," tuturnya.
Terkait arus mudik, Kemenhub mencatat peningkatan penumpang pesawat. Dalam dua tahun terakhir, moda angkutan udara mengalami peningkatan sekitar 10 persen.
"Artinya ada suatu kondisi di mana kemampuan operator, penyelenggara serta kemampuan ekonomi masyarakat mengalami peningkatan. Jadi ini merupakan sebuah indikator yang baik," sebutnya.
"Karena bukan hanya adanya pengurangan delay tapi juga ada peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat yang terlihat dari banyaknya jumlah penumpang yang menggunakan moda ini," imbuh Budi. (hld/fdn)











































