DetikNews
Senin 03 Juli 2017, 16:06 WIB

Pengadilan Sita Rumah Penipu Berlian Rp 20 M dan 59 Kg Emas Palsu

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Pengadilan Sita Rumah Penipu Berlian Rp 20 M dan 59 Kg Emas Palsu Ratna Dewi (egir/detikcom)
Jakarta - Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) menyita rumah mewah milik Ratna Dewi. Wanita usia 42 tahun itu dihukum karena menipu pedagang berlian sebesar Rp 20 miliar dan juga mengelabui bank pelat merah dengan emas palsu seberat 59 kg.

Rumah Ratna berdiri megah di kawasan Perumahan Ekslusif Tanah Baru, Depok dan telah ditinggal penghuninya. Selain ditinggal, rumah itu telah disegel oleh PN Jakpus.

Sebuah spanduk berukuran 1x1 meter persegi terikat di pagar rumah mewah milik Ratna Dewi. Segel itu bertuliskan:

Dalam Sita Umum berdasarkan putusan pailit No 42/PDT.Sus-PKPU/PN Niaga.JKT.PST tanggal 15 Juni 2016 Jo No 42/PDT.Sus-PKPU/PN Niaga.JKT.PST tanggal 3 Mei 2016. Tim kurator PT Boengsu Djaya (Dalam Pailit) dan Ratna Dewi (Dalam Pailit)

"Sudah disegel oleh pengadilan tahun lalu," ucap security perumahan yang enggan disebut namanya kepada detikcom, Senin (3/6/2017).
Pengadilan Sita Rumah Penipu Berlian Rp 20 M dan 59 Kg Emas Palsu

Rumah tersebut disegel oleh pengadilan, pasca Ratna Dewi dieksekusi ke LP Pondok Bambu. Semenjak kejadian itu, pembantu dan sopir Ratna mulai meninggalkan rumah tersebut.

"Enggak tahu udah berapa lama tinggal, sebelum saya kerja udah tinggal di sini," paparnya.

Informasi yang dikumpulkan detikcom, Ratna diketahui pengusaha properti. Rumah disekitar Ratna sendiri memiliki miliaran rupiah.

"Kurang tahu (kerjanya), tapi yang pasti dia orang kaya, soal rumah di sini pasaran Rp 3 miliar," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Ratna berhasil menipu toko berlian di Plaza Indonesia dan bank pelat merah di bilangan Sudirman.

Ratna menipu toko berlian di Plaza Indonesia bermodal bilyet giro pada 2011. Ratna Dewi 'meminjam' berlian itu untuk dijual kepada koleganya. Bila tidak laku, berlian itu akan dikembalikan. Ternyata, bilyet giro itu bodong. Pemilik toko berlian mempolisikan Ratna Dewi dan ia akhirnya diadili.

Awalnya, Ratna Dewi divonis lepas oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) pada 17 Juli 2014.

"Ya, sesuai fakta persidangan, ini merupakan bisnis jual beli berlian dan ada bukti-bukti pembayaran. Jadi wajar kalau perkara tersebut merupakan hal tersebut merupakan perkara hukum perdata," ucap kuasa hukum Ratna, Arno Gautama Harjono kala itu.
Pengadilan Sita Rumah Penipu Berlian Rp 20 M dan 59 Kg Emas Palsu

Namun, di tingkat kasasi, Ratna akhirnya dihukum 2 tahun penjara. Vonis itu dikuatkan di tingkat peninjauan kembali (PK).

Adapun kasus penipuan bank, Ratna menitipkan emas batangan palsu, yang diakuinya sebagai emas asli. Untuk menyarukan, emas yang sejatinya kuningan itu diberi sertifikat palsu. Alhasil, uang segar puluhan miliar ia terima dalam bentuk kredit.

Setelah terungkap, Ratna duluan menggugat pihak bank pelat merah itu dengan dalih pihak bank memalsukan emas 'asli'nya itu. Awalnya PN Jaksel mengabulkan permohonan itu dan menghukum pihak bank puluhan miliar rupiah.

Tapi oleh Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta, putusan PN Jaksel itu dikoreksi dan dibatalkan. PT Jakarta menyatakan Ratna telah memalsukan sertifikat emas dan bekerjasama dengan pihak bank agar kredit cair. Emas yang dititipkan ternyata kuningan. Vonis itu dikuatkan majelis kasasi.

Sejumlah pegawai di bank pelat merah itu telah dihukum karena melanggar UU Perbankan.
(edo/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed