Anton mengatakan, sejak awal proses penerimaan untuk tingkat Bintara sudah bermasalah. Diduga ada pungutan liar (pungli) oleh oknum panitia daerah (Panda) yang juga anggota Polda Jabar Aiptu EK yang ditemukan tim Saber Pungli Jabar.
"Memang di awal sudah ditemukan ada penyimpangan. Kita juga sudah menangkap beberapa orang yang terlibat ada anggota Polri dan calo. Makanya saya ingin bersih-bersih," ujar Anton di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Jabar, Senin (3/7/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di antara yang diluluskan itu ada yang anus corong, ambeien dan yang lainnya. Apakah kira-kira mau yang seperti itu. Ada yang tidak memenuhi syarat. Saya tidak ingin calon-calon di Jawa Barat tidak berkualitas," tuturnya.
Karena itu, lanjut Anton, dia mengganti panitia rekrutmen awal dengan yang baru. Adanya penggantian ini membuat pengumuman hasil seleksi molor.
"Sehingga kita beberapa kali mengalami pemunduran. Itu kenapa masalah nilai berubah-ubah. Malah mereka yang istilahnya punya masalah,kemudian dialihkan isunya ke (kebijakan) putra daerah," kata Anton.
(fdn/fdn)











































