Sempat Tegang, Kedua Massa PPP Sepakat Amankan Kantor DPP
Selasa, 03 Mei 2005 16:05 WIB
Jakarta -
Pemimpinnya ribut, tapi belum tentu massanya. Meski sempat tegang, namun akhirnya kedua massa PPP dari kubu Hamzah Haz dan pro Silatnas sepakat bersama-sama mengamankan kantor DPP PPP di Jl Diponegoro, Jakarta Pusat.Ratusan pendukung Hamzah Haz yang mengenakan pakaian loreng mendatangi kantor pusat DPP PPP. Kedatangan mereka bertujuan untuk mengamankan jalannya rapat pengurus harian pusat (PHP) yang akan digelar pada pukul 14.00 WIB, Selasa (3/5/2005). Mereka terdiri dari Satgas Barikade Ka'bah, Gerakan Pemuda Ka'bah, dan Angkatan Pemuda Ka'bah. Kesemuanya mengenakan pakaian loreng. Awalnya mereka dihadang oleh massa PPP pro Silatnas yang telah menduduki kantor DPP PPP tersebut.Mereka tidak diizinkan masuk oleh massa pro Silatnas yang menggembok gerbang gedung. Sempat terjadi ketegangan antara dua massa ini. Teriakan muncul dari mulut kedua kubu ini. "Bukaaa!" kata salah seorang pendukung Hamzah Haz. Massa Hamzah Haz ingin semua orang yang ada di dalam gedung keluar atau mereka yang baru datang diizinkan masuk. Namun setelah negosiasi akhirnya disepakati oleh kedua kordinator bahwa mereka sama-sama mengamankan jalannya rapat PHP hari ini. "Kita kan sama-sama orang Tanah Abang, sama-sama orang PPP, ngapain kita bentrok. Malu dilihat orang," kata kordinator massa kubu Hamzah Haz yang kemudian diamini oleh kubu pro Silatnas.Mereka sepakat massa yang berada di luar gedung tetap berada di luar dan kelompok yang di dalam tetap berada di dalam. Kedua massa ini juga sepakat untuk tidak membuat provokasi yang dapat membuat suasana ricuh. Hingga pukul 15.30 WIB, beberapa pengurus PHP sudah berdatang ke kantor DPP PPP.T ampak di antaranya Emron Pangkapi, Yunus Yosfiah, dan Andi Ghalib. Namun Ketua Umum PPP Hamzah Haz belum datang. Seperti diketahui kantor DPP PPP telah diduduki oleh massa kubu pro-Silatnas sejak minggu lalu. Mereka mendesak muktamar dipercepat menjadi Juni depan dari jadwal semula tahun 2007. PPP pun terancam pecah. Akankah elit PPP bisa berdamai seperti konstituennya?
(atq/)










































