"Kalau penyebabnya masih belum diketahui. Tapi yang jelas dia crash di ketinggian kurang lebih 7.000 feet," ujar Kepala Badan SAR Nasional, Marsekal Muda TNI Muhammad Syaugi kepada detikcom, Senin (3/7/2017).
Namun Syaugi belum bisa memastikan heli nahas tersebut bertabrakan dengan benda apa. Dia mengatakan, untuk masalah penyebab kecelakaan akan diumumkan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
"Yang jelas dia berada di atas ketinggian minimum, mengenai penyebabnya itu nanti KNKT yang akan jelaskan," tuturnya.
Sebelumnya helikopter berjenis Dauphin AS 36165 buatan PT Dirgantara Indonesia itu diduga menabrak tebing di Gunung Butak, Temanggung, Minggu (2/7). Saat helikopter jatuh, dikabarkan cuaca di lokasi sekitar diselimuti kabut tebal.
Sementara itu 8 korban sudah dievakuasi. Seluruhnya meninggal dunia. (nif/rvk)











































