Gus Dur: Tidak Usah Ngeladenin Orang Kerdil
Selasa, 03 Mei 2005 15:09 WIB
Jakarta - Santai-santai saja. Itulah sikap Gus Dur menanggapi pertemuan para kiai pro Alwi Shihab-Saifullah Yusuf. Baginya tidak perlu meladeni orang kerdil yang tidak mengerti urusan."Nggak ada masalah, biarin aja, paling kiainya kan itu-itu aja. Ada Gus Ubed, ada Anwar Iskandar, Gus Din dari Poso, Kiai Idris, selebihnya tidak ada masalah," tukas Gus Dur.Hal itu disampaikan dia di Kantor PBNU Jalan Kramat Raya Jakarta Pusat, Selasa (3/5/2005). Dia menjawab pertanyaan wartawan mengenai pertemuan kiai pro Alwi-Ipul dari Jateng, Jatim, dan DIY di Ponpes Al Munawir Krapyak Yogyakarta yang membahas kemungkinan digelarnya Muktamar Luar Biasa (MLB).Menurut Ketua Umum Dewan Syuro PKB ini, ada kesalahpahaman yang akibatnya berkepanjangan. "Jadi tidak usah ngeladenin orang-orang kerdil dan tidak mengerti urusan. Kita jalani saja seperti biasa," ujarnya.Gus Dur juga mempersilakan saat dikonfirmasikan kalau gugatan Alwi atas pemecatannya dari jabatan ketua umum PKB telah didaftarkan ke pengadilan hari ini. Alwi dipecat dengan alasan menjabat sebagai Menko Kesra.Sedangkan Ipul dipecat dari jabatan Sekjen PKB lantaran menjabat sebagai Menneg Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal. Keduanya dianggap melanggar aturan larangan rangkap jabatan."Begini, dulu ada miskomunikasi bahwa Muhaimin membuat aturan begini-begitu supaya orang lain tidak bisa masuk (kepengurusan PKB). Tapi sebetulnya itu salah. Saya pernah mengatakan bahwa semua aturan yang nggak karu-karuan itu buatan para peserta dari luar Jawa. Kenapa? Karena mereka jengkel kepada arogansi Cak Anam. Jadi Anam nggak karu-karuan. Yang jadi korban Alwi dan Saifullah. Itu akar persoalannya," urai Gus Dur.Sebenarnya kalau itu diterima dengan tenang, lanjut dia, maka tidak ada masalah. Sebab tidak ada orang yang ingin membuang Alwi, begitu juga Ipul. Justru PKB kekurangan orang."Persoalannya dalam aturan tidak boleh ada jabatan rangkap supaya tidak ada pertentangan antara kebijakan pemerintah dan partai. Kan begitu. Kita melihat kesalahpahaman itu ada, dan akibatnya berkepanjangan. Jadi tidak usah ngeladenin orang-orang kerdil dan tidak mengerti urusan. Kita jalani aja seperti biasa," tukas Gus Dur.Ditanya mengenai upaya islah atau rekonsiliasi, menurutnya terbuka kemungkinan ke arah itu, asalkan semua orang bersikap jujur. "Kita lihat saja nanti. Itu terjadi kalau semua orangnya jujur. Kan dia diberhentikan oleh DPP. Saya malah tidak ikut. Kan semua orang tahu saya temannya Pak Alwi," ujarnya.Kubu Alwi-Ipul mendatangai KPU dan Ketua DPR Agung Laksono? "Biarin saja. Tidak ada urusan dengan KPU dan Agung Laksono. Kan itu karena Alwi takut sendiri," tandas Gus Dur.
(sss/)











































