Bajaj Dilarang Sampai ke Lobi, Tamu Hotel di Mangga Dua Protes

Danu Damarjati - detikNews
Minggu, 02 Jul 2017 08:11 WIB
Jericho dan anak-anaknya di dalam bajaj Jakarta (Facebook Jericho Prasetyo)
Jakarta -

Bajaj yang disewa Jericho Firman Prasetyo untuk keliling sebagian Jakarta dilarang berhenti di depan hotel tempat dia menginap. Padahal Jericho dan ketiga anaknya hendak turun dari bajaj itu.

Jericho tersinggung itu kemudian menuliskan protesnya di akun Facebook 'Jericho Prasetyo' pada 29 Juni 2017. Ada dua video peristiwa yang dia cantumkan beserta tulisan itu. Unggahannya menjadi viral di jejaring Facebook.

"Terakhir tadi sudah masuk 12.000 komentar dan 15.000 share," ujar Jericho kepada detikcom pada Minggu (2/7/2017) setelah belum lama menghapus unggahannya itu.

Namun tulisan dan video unggahannya itu sudah kadung viral disebar ke mana-mana. Tulisan itu diberi tanda #DISKRIMINASI #BAJAJ.

Dalam video pertama, nampak bajaj biru itu dikemudikan oleh sopir berbaju putih dan bertopi. Jericho dan ketiga anaknya duduk di kursi belakang. Jericho berkaus kuning, dua anak perempuannya berkaus hijau, dan satu anak laki-lakinya berkaus hitam. Mereka melambaikan tangan ke kamera yang dipegang Jericho. Ini adalah peristiwa pada 27 Juni 2017.

"Kita jalan-jalan di Mangga Dua," kata Jericho sambil sesekali berbincang dengan putrinya yang paling kecil.

Sesampai di area hotel di bilangan Mangga Dua Jakarta itu, Jericho mengajak sopir bajaj untuk tak ragu masuk saja sampai depan pintu lobi hotel. Pertama-tama, si sopir dipersilakan untuk memencet mesin karcis.

"Ndak apa-apa, terus aja," kata Jericho kepada sopir untuk terus melajukan bajaj sampai depan pintu lobi hotel itu.

Namun ada satpam berbaju setelah biru tua menyergah bajaj berisi Jericho dan anak-anaknya ini untuk menurunkan penumpang di depan lobi. "Nggak boleh, Pak. Nggak boleh masuk," kata satpam.

"Loh, kok nggak boleh? Tahunya dari mana? Wong saya tamu," kata Jericho.

Satpam kemudian menjawab, "Iya, iya. Bapak tamu. Ini khusus kendaraan, Pak. Bukan bajaj," kata satpam.

Jericho masih bersikeras. Kemudian ketiga anaknya turun. Terdengar putri terkecilnya terisak. Sopir bajaj hanya memandangi situasi ini saja.

"Kami sbg tamu merasa tersinggung & sgt tdk nyaman diperlakuan dg kasar, tanpa ada rasa hormat baik kpd kami sbg tamu maupun kpd Bapak Bajaj yg sdh lanjut usia. Pihak hotel sgt tdk menghargai kami dg cara mengusir dg tdk sopan & sangat kasar," tulis Jericho di dinding Facebooknya.

Gara-gara peristiwa yang dia sebut sebagai pengusiran itu, dia dan anak-anaknya tidak jadi berfoto bersama bajaj di depan lobi hotel tempat pada malam hari pukul 21.15 WIB itu. Hotel itu juga merupakan tempat mereka menginap.

"Jika memang saya salah, baiklah saya salah. Tapi apakah tidak ada kebijaksanaan sedikit bagi saya dan anak-anak saya mengingat bajaj sudah naik ke lobby dan hanya turun saja sebentar," ujar Jericho mengomentari komentar salah seorang temannya di Facebook.

(dnu/dnu)