Pencabulan Mahasiswi UPI
Kesehatan Melati Perlu Diperiksa
Selasa, 03 Mei 2005 14:16 WIB
Bandung - Kasus pencabulan yang dialami mahasiswi UPI (Universitas Pendidikan Indonesia) - sebut saja Melati - bisa saja hanya sensasi. Sebab, Melati agak aneh. Kesehatannya perlu diperiksa. Tapi, bisa saja ini benar terjadi. Karena itu, memang perlu diselidiki lebih lanjut. Melati adalah mahasiswi UPI jurusan Bahasan Inggris. Kini, dia tidak pernah kuliah lagi, karena mengalami depresi. Dalam pengakuannya, Melati telah diperkosa oleh salah seorang ustadz Pondok Pesantren Daarut Tauhiid (DT) berinisial AR di sebuah hotel di Lembang. Benarkah pengakuan Melati? Pengakuan Melati ini tidak cukup rasional bagi para pengurus Ponpes DT, termasuk AA Gym. Bahkan, mereka menganggap kasus ini adalah fitnah. Tapi, belum ada penjelasan secara detil dari Ponpes DT, karena Aa Gym masih belum tiba dari ibadah umrah. Apakah Melati hanya membuat sensasi? Dari rentetan pengakuannya, Melati dapat menceritakan secara detil tentang kejadian asusila yang menimpa dirinya. Entah apakah cerita itu hanya karangan atau benar-benar nyata, perlu diselidiki lebih jauh. Yang jelas, Kepala UPT Bantuan Hukum UPI, Djaenudin Harun, melihat ada hal yang aneh pada diri Melati. "Maaf ya, dia setidaknya harus diperiksa dulu kesehatannya. Agak aneh!" kata Harun saat ditemui di Kampus UPI, Jl. Setiabudi, Bandung, Senin (2/5/2005). Aneh seperti apa, Harun tidak menjelaskan detilnya. Namun, dia mengaku sudah bertemu dengan Melati dan orang tuanya. Saat bertemu, orang tuanya lebih banyak diam. Sedangkan Melati, dinilai harun, terlihat mengalami sakit berat. Harun merasa heran dengan kasus ini. Menurut dia, kasus yang menimpa Melati ini terbilang aneh. "Dia (Melati) terlalu cepat menjadi korban. Saya menyarankan agar dia menikah saja," kata dia. Meski begitu, UPT Bantuan Hukum UPI sudah siap untuk menanggani masalah ini dan mendampingi Melati. Menurut Harun, pihaknya akan beraksi lebih jauh, bila Melati dan keluarganya sudah mengajukan permohonan gugatan secara resmi. "Kita belum bisa bergerak lebih jauh. Kita juga menunggu laporan dari tim investigasi itu. Supaya akurat dan jangan jadi mengambang," kata dia. UPT Bantuan Hukum UPI berada di dalam kampus. Biasanya, lembaga ini mengadvokasi para mahasiswanya yang kesandung masalah hukum. Kasus besar yang diadvokasi oleh lembaga ini antara lain kasus mahasiswa UPI yang pernah berurusan dengan kepolisian gara-gara membakar gambar Megawati beberapa waktu lalu.
(asy/)











































