Menlu Thailand Bertemu Gus Dur

Menlu Thailand Bertemu Gus Dur

- detikNews
Selasa, 03 Mei 2005 13:27 WIB
Jakarta - Menlu Thailand Katathi Suphamongkhon menemui Gus Dur. Hasilnya,keduanya sepakat meredakan ketegangan antara minoritas Muslim di Thailand selatan yang tengah berkonflik dengan Bangkok. Kesepakatan itu dideklarasikan dalam pertemuan mantan ketua umum PBNU KH Gus Dur dengan Menlu Thailand Katathi Suphamongkhon yang datang ke kantor PBNU, Jl. Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (3/5/2005) pukul 12.00 WIB.Kedua pimpinan menyepakati melakukan tukar menukar informasi pengalaman dan saling belajar antara umat muslim Indonesia maupun di Thailand. "Hal ini dilakukan supaya bisa meredakan ketegangan antara minoritas Muslim di Thailand selatan dengan pemerintahnya," kata Gus Dur.Mereka melihat bahwa persoalan di Thailand selatan hanya menyangkut sejumlah kecil orang Islam ekstrim. Persoalan di Thailand selatan sebenarnya juga ada di Indonesia. Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan PBNU menjadi penghubung dengan kelompok fundamental di Thailand selatan. "Mudah-mudahan dengan cara ini kita bisa melihat kekurangan di sana, jangan melihat yang jelek-jeleknya saja dan bisa saling bekerjasama," tutur Gus Dur.Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 30 menit itu, Gus Dur berpendapat bahwa permasalahan di Thailand selatan bukan karena pertikaian agama. Namun karena negara ini berada dalam fase menghadapi modernisasi. Hal ini ditandai dengan sikap militer yang keras dalam menghadapi permsalahan yang ada. "Ini bukan soal fundamentalisme. Thailand berada dalam masa transisi, jadi militernya sangat keras," katanya. Pernyataan Gus Dur tersebut diamini oleh Menlu Thailand. Menurutnya, Pemerintah Thailand sedang bekerja keras untuk membawa perdamaian di Provinsi Thailand selatan. "Ada cabang-cabang kecil militan untuk mengambil alih mayoritas Muslim. Caranya adalah dengan membawa-bawa agama dengan cara kekerasan," paparnya. Sebagai tambahan informasi, delegasi PBNU yang dipimpin ketua umumnya, KH Hasyim Muzadi, selama enam hari (27 Maret sampai 1 April lalu) berkunjung ke Thailand. Kunjungan ini ditujukan untuk memberi masukan kepada pemerintah setempat dalam mengakhiri kekerasan di Thailand selatan yang dihuni mayoritas Muslim. (atq/)


Berita Terkait