"Saya sudah minta tolong Mery agar bisa hadir di acara Diaspora di Kota Kasablanka Mall," kata Fermina kepada detikcom saat dihubungi, Kamis (29/6/2017) malam.
Mery, ia melanjutkan, merupakan salah satu anggota panitia yang menghadirkan Presiden Barack Obama untuk berpidato di Balairung Universitas Indonesia, 11 November 2010. "Mudah-mudahan saya bisa sekadar say hello," ujar Fermina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fermina K. Sinaga, guru Obama semasa di SD Asisi (Foto: sudrajat) |
Fermina berharap, dalam kunjungan pribadi Obama kali ini, suasananya lebih leluasa karena Obama sudah tak lagi menjadi presiden, yang punya aturan protokoler super-ketat. Sayangnya, dua guru lain yang pernah mengajar Obama, yakni Israela Pareira (mengajar kelas I) dan Cecilia Sugini (kelas II), telah meninggal dunia beberapa waktu lalu. "Yang pernah mengajar langsung Barry (di SD Asisi, Obama tercatat dengan nama Barry Soetoro) tinggal saya," ujar Fermina.
Dalam buku 'Barack Obama The Story' karya David Maraniss dengan periset Fenty Efendy, Fermina mengungkapkan, saat di kelas III, Obama pernah menuliskan cita-citanya menjadi presiden. Tulisan itu dibuat ketika Fermina meminta para muridnya menuliskan jati diri dan cita-cita mereka. Khusus Obama, ia menulis nama ibunya sebagai sang idola dan menjadi presiden sebagai cita-citanya.
"Ibu saya adalah idola saya. Rumah saya dekat sekolah, kalau ke sekolah saya jalan kaki diantar mama, pulangnya sendiri. Cita-cita saya ingin jadi presiden. Saya suka jalan-jalan keliling Indonesia. Sudah, selesaaai. Done. The eeeend."
Selain untuk mengasah kemampuan menulis dan bercerita para murid, menurut Fermina, pengajaran semacam itu juga berguna untuk mengetahui hubungan para murid dengan orang tua mereka. Ia mencontohkan ada murid perempuan yang dalam karangannya mengaku kerap dicubit ibunya, ada juga yang suka mengutil cokelat kalau ikut ibunya berbelanja ke pasar.
"Dari situ saya ikut membantu mencarikan solusi agar hal-hal negatif yang terjadi bisa dieliminasi," ujar Fermina saat ditemui Detik, Jumat (30/6/2017) pagi.
Kembali ke pribadi Obama kecil, ia mengenang muridnya itu piawaia bermain kasti. Bertubuh lebih tinggi dibanding teman-teman sekelasnya membuat dia terlihat mudah setiap kali memukul bola. "Dia juga berlari lebih cepat dibanding teman-temannya setiap setelah memukul bola," ujar Fermina. (jat/dkp)












































Fermina K. Sinaga, guru Obama semasa di SD Asisi (Foto: sudrajat)