Disinggung tujuannya, Okta menuturkan hendak bertemu ibunda di Ciledug, Tangerang, Banten. Okta, yang merupakan saudara tertua, menaiki sepeda seorang diri. Sementara kedua adiknya berganti-gantian membonceng.
Okta bercerita, dia memulai perjalanan pada Sabtu (24/6) kemarin dari rumah neneknya di Indralaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan ke arah Kota Palembang. Sesampainya di Palembang, mereka kemudian menumpang bus sampai Terminal Rajabasa, Lampung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Okta mengatakan dia dan adik-adiknya memanfaatkan keberadaan SPBU untuk beristirahat, bahkan bermalam. Mereka menghindari perjalanan di malam hari karena rute perjalanan mereka melewati hutan-hutan.
"Kadang tidur di pom bensin, takut kan kalau malem banyak hutan, paginya baru berangkat lagi," ujar dia.
Foto: Muhammad Iqbal/detikcom |
Apa yang dilakukan Okta dan adik-adiknya mengundang rasa iba sekaligus rasa kagum dari orang-orang yang dia temui selama perjalanan. Mulai dari makanan gratis hingga uang didapatnya dari orang-orang yang berempati.
"Ada juga yang ngasih (uang), abis ditanya dari mana, saya jawab dari Palembang, kadang dikasih uang," cerita Okta.
"Tapi kalau makan, kita dateng ke rumah makan, terus ditanya, dikasih makan gratis," imbuh dia.
Meski kerap menerima sumbangan uang, kakak beradik itu tak memanfaatkan kisahnya untuk mengemis. Mereka mengamen di jalanan untuk mendapatkan uang. (aud/aud)












































Foto: Muhammad Iqbal/detikcom