"Disebabkan kontur jalan yang kecil untuk 2 arah dan jumlah kendaraan yang tinggi serta adanya pasar tumpah maupun aktivitas pasar dan banyaknya masyarakat yang menyeberang karena tidak adanya jembatan penyeberangan," kata Royke dalam keterangannya, Kamis (29/6/2017).
Selain karena arus balik, lanjutnya, penyebab kepadatan di titik itu adalah masih ada arus lokal. Arus lokal itu adalah pengendara yang akan bersilaturahmi ataupun yang akan ke tempat rekreasi di wilayah Tasikmalaya dan Garut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kakorlantas Irjen Royke Lumowa memantau arus balik di jalur selatan. (Dokumen Korlantas Polri) |
Karena itu, rekayasa lalu lintas dilakukan untuk mengurai kepadatan. "Salah satu rekayasa lalu lintas yang diambil agar kepadatan terurai diberlakukan sistem buka-tutup situasional satu arah di Cikaledong," ujarnya.
Selain itu, Royke berharap para pemilik angkutan berat dapat memenuhi imbauan sesuai dengan surat imbauan Menteri Perhubungan tentang penundaan mulainya masa operasional kendaraan angkutan berat sampai 3 Juli. Hal ini untuk mencegah terjadinya kepadatan.
"Kami sangat mengharapkan kepada para pemilik angkutan berat dan eksportir serta importir dapat memenuhi imbauan tersebut mengingat kontur dan kapasitas jalan yang terbatas akan menambah kepadatan jalan," tuturnya. (idh/nkn)












































Kakorlantas Irjen Royke Lumowa memantau arus balik di jalur selatan. (Dokumen Korlantas Polri)