Menlu Belanda Tegur Duta Besar
Selasa, 03 Mei 2005 12:02 WIB
Den Haag - Tidak pada tempatnya dalam hubungan diplomatik seorang Duta Besar mencampuri proses politik yang sedang berlangsung di negara di mana dia ditempatkan. Hal itu dilakukan Jan de Marchant et d'Ansembourg, Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Kerajaan Inggris. Tindakan d'Ansembourg tersebut memanen kecaman dari parlemen di Binnenhof. Menlu Ben Bot, yang bernama lengkap Bernard Rudolf Bot, juga menegurnya.Seperti menjadi headline media Belanda, Senin (2/5/2005), d'Ansembourg dalam sebuah wawancara mengatakan bahwa ia memperkirakan akan timbul masalah jika Partai Konservatif memenangi pemilu di Inggris, Kamis mendatang. Menurut Dubes d'Ansembourg, ada kemungkinan besar Inggris akan keluar dari berbagai bentuk kerjasama Eropa, jika Partai Konservatif keluar sebagai pemenang pemilu. Ia mengatakan angkat jempol untuk kemenangan Partai Buruh-nya PM Blair. "Itu pasti, dipandang dari sudut kepentingan Eropa, sangat penting," kata d'Ansembourg. Ia juga menilai jika Partai Konservatif menang, maka Inggris akan menghambat politik defensi (hankam) Eropa yang dipelopori Belanda.Tentu tindakan d'Ansembourg yang terlampau jauh melibatkan diri dalam pertarungan politik di ambang pemilu Inggris seperti itu membuat sang superior, Menlu Ben Bot, not amused. Melalui jurubicaranya, menteri yang lahir di Batavia (Jakarta) pada 21/11/1937, itu memperingatkan agar Dubes d'Ansembourg menahan diri dari pernyataan seperti itu. "Menteri berpendapat bahwa Dubes semestinya tidak mengambil pihak dan seharusnya menahan diri dari pernyataan semacam itu," demikian jubir. Selain ditegur superiornya, d'Ansembourg juga menuai kecaman dari sesama partai konservatif, yang kebetulan berkuasa di negaranya sendiri. Hans van Baalen, tokoh partai konservatif Belanda, Volkspartij voor Vrijheid en Democratie (VVD, juga umum disebut partai liberal), mengatakan bahwa sangat tidak patut seorang kepala perwakilan Belanda melibatkan diri dalam pertarungan politik di sebuah negara asing. "Bayangkan jika Dubes Inggris di Den Haag mengatakan bahwa ia sangat senang jika Partai Buruh Belanda memenangi pemilu. Tentu Belanda akan geger," ujarnya berargumen.Ia menambahkan bahwa blunder d'Ansembourg itu tidak cukup hanya ditegur oleh Menlu melalui telepon. "Dia harus dipanggil pulang, sehingga Inggris melihat bahwa Bot serius," demikian Van Baalen.
(es/)











































