Karena itu, Royke berharap warga tidak bertumpu pada hari jelang libur berakhir saja dalam melakukan perjalanan arus balik. Sebab, pada tanggal itu truk telah beroperasi kembali di tol.
"Mengharapkan para pemudik dapat mengatur jadwal kembali tidak tertumpu dalam satu waktu menjelang libur bersama selesai mengingat tanggal 30 Juni telah beroperasinya kendaraan angkutan barang," kata Royke dalam keterangannya, Kamis (29/6/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mohon toleransi dan dukungan dari para pengusaha baik eksportir, importir dan lainnya dapat memulai beroperasinya kendaraan angkutan barang setelah puncak arus balik selesai pada tanggal 3 Juli," ujarnya.
(Baca juga: Arus Balik, Menhub Minta Operasional Truk Ditunda Sampai 3 Juli)
Jika memang kendaraan angkutan barang harus beroperasi dan penumpukan di lalin tol terjadi, lanjutnya, maka akan dilakukan diskresi kepolisian seperti menempatkan kendaraan angkutan barang tersebut pada kantong-kantong parkir sampai situasi memungkinkan.
Selain itu, pihaknya juga menyiapkan rekayasa lalu lintas seperti sistem contraflow, buka tutup pada rest area atau menutup rest area jika memang diperlukan untuk mengurai kemacetan.
"Untuk pintu tol akan diberlakukan pelayanan jemput bola agar mempercepat transaksi pembayaran, diminta pengguna jalan agar menggunakan kartu e-tol atau menyediakan uang pas agar transaksi menjadi cepat sehingga arus lalulintas pun menjadi lancar," ujarnya.
Royke meminta pengendara lebih waspada dan hati hati di jalan. Sebab, perjalanan balik akan lebih melelahkan sehabis masa lebaran di kampung halaman. "Lebih baik terlambat sedikit daripada tidak pernah sampai tujuan," tuturnya.
(idh/dkp)











































