Namun Sugihardjo mengimbau masyarakat yang mudik menggunakan bus, untuk tidak khawatir terjadi kelangkaan armada bus.
"Trayeknya berbanding terbalik. Jumlah penumpang bus umum dari tahun ke tahun menurun, sementara kesiapan armada yang mengurus izin baru selalu bertambah. Jadi walaupun 25 sampai 30% (bus) tidak beroperasi, tidak akan terjadi kelangkaan karena armada yang melayani saat ini sudah cukup banyak," jelas Sugihardjo dalam rilisnya, Rabu (28/6/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait dengan ketersediaan bus, Sugihardjo menjelaskan pola pergerakan penumpang saat arus mudik dan balik berbeda. Dia menilai pergerakan penumpang pada arus balik lebih terdistribusi dibandingkan saat arus mudik.
"Waktu mudik, masyarakat mengejar hari Lebaran, sementara kalau arus balik ada yang mengejar tanggal 3 Juli sudah kembali bekerja. Tetapi ada jenis pekerjaan yang masih memiliki waktu libur lebih panjang sehingga belum kembali ke kota asal", terang Sugihardjo. (aud/dkp)










































