Kemenhub: Kelangkaan Bus Saat Arus Balik Tidak Akan Terjadi

Kemenhub: Kelangkaan Bus Saat Arus Balik Tidak Akan Terjadi

Audrey Santoso - detikNews
Kamis, 29 Jun 2017 00:15 WIB
Kemenhub: Kelangkaan Bus Saat Arus Balik Tidak Akan Terjadi
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Sugihardjo mengatakan, sebanyak 25 sampai 30 % dari jumlah seluruh bus penumpang, dinyatakan dalam kondisi tidak laik jalan dan dilarang beroperasi oleh pihaknya.

Namun Sugihardjo mengimbau masyarakat yang mudik menggunakan bus, untuk tidak khawatir terjadi kelangkaan armada bus.

"Trayeknya berbanding terbalik. Jumlah penumpang bus umum dari tahun ke tahun menurun, sementara kesiapan armada yang mengurus izin baru selalu bertambah. Jadi walaupun 25 sampai 30% (bus) tidak beroperasi, tidak akan terjadi kelangkaan karena armada yang melayani saat ini sudah cukup banyak," jelas Sugihardjo dalam rilisnya, Rabu (28/6/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diketahui, Kemenhub melakukan ramp check armada bus sebelum bulan Ramadan tiba. Hasilnya sebanyak 40 persen bus dinyatakan tak laik jalan. Kemenhub kemudian memberi waktu kepada pemilik bus berbenah hingga kondisi armadanya memenuhi syarat kelaikan jalan. Meski sudah diimbau demikian, lanjut Sugihardjo, tetap saja 25 sampai 30 persen pemilik bus acuh. Akhirnya Kemenhub melarang mereka mengoperasikan busnya.

Terkait dengan ketersediaan bus, Sugihardjo menjelaskan pola pergerakan penumpang saat arus mudik dan balik berbeda. Dia menilai pergerakan penumpang pada arus balik lebih terdistribusi dibandingkan saat arus mudik.

"Waktu mudik, masyarakat mengejar hari Lebaran, sementara kalau arus balik ada yang mengejar tanggal 3 Juli sudah kembali bekerja. Tetapi ada jenis pekerjaan yang masih memiliki waktu libur lebih panjang sehingga belum kembali ke kota asal", terang Sugihardjo. (aud/dkp)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini