DetikNews
Rabu 28 Juni 2017, 19:37 WIB

Ramadan hingga Lebaran di New York: Penuh Warna dan Kebersamaan

Riskariyani Tirtawijaya - detikNews
Ramadan hingga Lebaran di New York: Penuh Warna dan Kebersamaan Foto: Barbeque Iftar oleh NYC Muslim-Jewish Solidarity Committee(Riskariyani Tirtawijaya)
FOKUS BERITA: Cerita Berkesan Ramadan
New York City - Tahun ini merupakan Ramadan dan Idul Fitri pertama yang saya lalui di negeri Paman Sam karena kali ini bertepatan dengan masa magang musim panas di institusi American Field Service (AFS) di Kota New York sebagai penerima beasiswa Fulbright untuk program pascasarjana jurusan Kajian Wilayah Amerika di Oklahoma State University.

Malam takbiran kami, saya dan teman-teman, habiskan di apartemen bersama teman-teman mahasiswa Indonesia lainnya dari negara bagian lainnya. Mereka khusus berkunjung di tempat kami untuk melaksanakan salat Idul Fitri bersama di Masjid Al-Hikmah dan bersilaturahmi di KJRI NYC pada Minggu, 25 Juni 2017.

Ramadan hingga Lebaran di New York: Penuh Warna dan KebersamaanFoto: (Riskariyani Tirtawijaya)


Momen seperti ini terasa sangat berharga ketika kami harus merayakan hari besar jauh dari keluarga dan tanah air. Keakraban serta kebersamaan yang terasa sangat erat mengurangi sedikit kesedihan yang kami rasakan masing-masing karena jauh dari kerabat di Indonesia.

Setelah salat Id, kami bersilaturahmi bersama para jemaah lainnya yang kebanyakan adalah warga negara Indonesia. Sejenak, kami merasa seperti di Indonesia.

Ramadan hingga Lebaran di New York: Penuh Warna dan KebersamaanFoto: (Riskariyani Tirtawijaya)


Lokasi silaturahmi selanjutnya adalah Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di New York, di mana setiap tahunnya diadakan open house untuk semua masyarakat Indonesia ataupun warga negara lainnya. Acara ini juga menjadi momentum reuni ataupun menjalin koneksi dengan para mahasiswa lainnya yang juga menempuh pendidikan di Amerika.

Ramadan hingga Lebaran di New York: Penuh Warna dan KebersamaanFoto: (Riskariyani Tirtawijaya)


Ramadan hingga Lebaran di New York: Penuh Warna dan KebersamaanFoto: (Riskariyani Tirtawijaya)


Ramadan hingga Lebaran di New York: Penuh Warna dan KebersamaanFoto: (Riskariyani Tirtawijaya)


Setelah usai melaksanakan salat Id dan bersilaturahmi di KJRI, kami merayakan hari raya Idul Fitri dengan mengelilingi kota New York dan mencoba beberapa makanan Indonesia di salah satu restoran Indonesia.

Ramadan hingga Lebaran di New York: Penuh Warna dan KebersamaanFoto: (Riskariyani Tirtawijaya)


Ramadan hingga Lebaran di New York: Penuh Warna dan KebersamaanFoto: (Riskariyani Tirtawijaya)


Ramadan hingga Lebaran di New York: Penuh Warna dan KebersamaanFoto: (Riskariyani Tirtawijaya)

Ramadan Penuh Warna

Minggu pertama Ramadan terbilang cukup mudah bagi saya, meskipun durasi berpuasa kurang lebih 18 jam, namun cuaca pada minggu pertama bulan Ramadan masih dingin dibandingkan minggu berikutnya. Saya bahkan memutuskan untuk melakukan perjalanan dadakan ke Boston, Massachusetts, bersama teman muslim saya asal Tunisia.

Pengalaman ini memiliki cerita tersendiri karena saya menghabiskan hari pertama puasa di empat negara bagian Amerika: sahur di New Jersey, beli makanan halal kesukaan kami di New York, buka puasa di Connecticut, dan melaksanakan ibadah tarawih di Massachusetts.

Minggu kedua sampai penghujung bulan Ramadan terasa lebih berat, sebab durasi berpuasa semakin panjang dan cuaca semakin panas. Terutama bagi saya yang harus bangun pagi setelah sahur dan salat Subuh kemudian jalan kaki menuju stasiun kereta dan kantor selama 40 menit di bawah terik matahari.

Berbagai pengalaman berpuasa di kantor juga menjadi cerita yang tidak terlupakan. Sebagai satu-satunya muslim, terkadang saya harus menahan lapar dan haus setiap kali teman-teman menyantap makan siang di meja kerja masing-masing ataupun ketika departemen kami menyiapkan camilan dan santap siang untuk para pekerjanya.

Terkadang, beberapa teman saya merasa canggung dan bahkan izin sebelum makan dan minum di depan saya. Cobaan lainnya yakni ketika saya harus menghadiri pertemuan, pelatihan, ataupun kegiatan lainnya di mana saya harus mengeluarkan tenaga ekstra, terutama jika ada kegiatan outdoor.

Untuk merasakan suasana Ramadan, saya mengikuti beberapa kegiatan yang dilaksanakan oleh Islamic Center kampus-kampus ataupun komunitas muslim dan antaragama lainnya. Setelah jam kerja selesai, saya biasanya mengontak beberapa teman ataupun memeriksa situs web dan laman Facebook komunitas tersebut untuk mendapatkan informasi mengenai acara hari itu.

Dari kantor, saya langsung menuju lokasi kemudian kembali ke apartemen sebelum ataupun sesudah salat tarawih, tergantung lokasi dan akses yang tersedia. Terkadang saya memilih tarawih di rumah karena salat tarawih berakhir pada pukul 24.00 malam, sedangkan lokasi masjid ataupun Islamic Center tersebut cukup jauh dari tempat saya. Terlebih saya menetap di negara bagian New Jersey, bukan di New York.

Maka dari itu saya biasanya menyesuaikan lokasi dan akses setiap kali mengikuti kegiatan-kegitan tersebut. Terutama setelah merasakan pengalaman pulang seorang diri pukul 03.00 dinihari setelah mengikuti buka puasa dan tarawih bersama yang dilaksanakan KJRI New York City di Masjid Al-Hikmah di Queens, New York.

Ramadan hingga Lebaran di New York: Penuh Warna dan KebersamaanFoto: Buka puasa komunitas muslim Indonesia di Masjid Al Hikmah Queens New York (Riskariyani Tirtawijaya)

Ramadan hingga Lebaran di New York: Penuh Warna dan KebersamaanFoto: Buka puasa komunitas muslim Indonesia di Masjid Al Hikmah Queens New York (Riskariyani Tirtawijaya)


Dengan berbagai isu yang berkembang tentang muslim di Amerika, saya sedikit khawatir jika harus berjalan kaki seorang diri pada dinihari, meskipun sebenarnya daerah yang saya lewati sangat aman.

Keberadaan beberapa komunitas Islam dan juga Islamic Center kampus-kampus di Amerika terbilang cukup membantu dalam menciptakan suasana Ramadan yang mungkin dirindukan oleh para mahasiswa muslim dari berbagai belahan dunia. Berbagai program selama bulan Ramadan seperti, buka puasa bersama, kelas mengaji, tarawih, ataupun kajian Islam lainnya menjadi wadah bagi para mahasiswa Muslim untuk merasakan suasana Ramadhan yang lebih khidmat.

Meskipun saya tidak berpartisipasi di semua kegiatan tersebut, terkadang saya mengunjungi beberapa Islamic Center ataupun komunitas lainnya sekedar untuk buka puasa bersama dan salat tarawih berjemaah. Beberapa di antaranya adalah Islamic Center New York University (ICNYU), Indonesia Muslim Community Inc (IMCI) di Masjid Al-Hikmah, Islamic Center of Harrison di New Jersey, dan NYC Muslim-Jewish Solidarity Committee.

Ramadan hingga Lebaran di New York: Penuh Warna dan KebersamaanFoto: Buka puasa bersama di Islamic Center New York University (ICNYU)(Riskariyani Tirtawijaya)


Bulan Ramadan juga disambut meriah oleh teman-teman dari agama ataupun komunitas lainnya yang juga berpartisipasi dalam acara-acara yang dilaksanakan oleh komunitas ataupun Islamic Center. Mereka menjadi sukarelawan, donatur, ataupun tuan rumah untuk kegiatan buka puasa bersama. Beberapa dari mereka juga berpartisipasi dalam beberapa potluck iftar (membawa makanan untuk disantap bersama saat berbuka).

Ramadan hingga Lebaran di New York: Penuh Warna dan KebersamaanFoto: Iftar Potluck for women oleh Muslim-Jewish Solidarity Committee (Riskariyani Tirtawijaya)


Ramadan hingga Lebaran di New York: Penuh Warna dan KebersamaanFoto: Iftar Potluck for women oleh Muslim-Jewish Solidarity Committee (Riskariyani Tirtawijaya)


Di Islamic Center New York Universitiy (ICNYU), iftar dilaksanakan setiap hari dan terbuka untuk semua kalangan masyarakat. Para pengurus juga memberikan kesempatan kepada semua kalangan masyarakat untuk membantu kegiatan buka puasa dengan menjadi sukarelawan ataupun sponsor.

Buka puasa bersama juga dilaksanakan oleh Indonesia Muslim Community Inc (IMCI) di Masjid Al-Hikmah. Kegiatan buka puasa di masjid Al-Hikmah tidak sebatas untuk masyarakat Indonesia saja, namun juga terbuka untuk umum. Beberapa program selama bulan Ramadan juga dilaksanakan di Masjid Al-Hikmah di antaranya adalah kelas mengaji, kemping Ramadan, dan kajian Islami lainnya.

Salah satu komunitas yang aktif menyelenggarakan buka puasa dan kegiatan lainnya selama bulan Ramadan adalah NYC Muslim-Jewish Solidarity Committee, sebuah komunitas antar umat beragama yang merangkul umat Muslim dan kaum Yahudi dalam menciptakan toleransi antara sesama. Komunitas ini terbuka untuk semua kalangan tanpa memandang ras, etnik, kewarganegaraan dan agama.

Ramadan hingga Lebaran di New York: Penuh Warna dan KebersamaanFoto: Barbeque Iftar oleh NYC Muslim-Jewish Solidarity Committee (Riskariyani Tirtawijaya)

Ramadan hingga Lebaran di New York: Penuh Warna dan KebersamaanFoto: Barbeque Iftar oleh NYC Muslim-Jewish Solidarity Committee (Riskariyani Tirtawijaya)


Kadang saya juga memilih untuk buka puasa di rumah bersama dua teman Indonesia saya lainnya. Biasanya kami membuat beberapa masakan dan kue-kue Indonesia.

Bahan-bahannya kami beli di beberapa toko Asia dan toko daging halal di sekitar tempat tinggal kami. Sungguh ini sangat membantu ketika kami merindukan makanan Indonesia.

Ramadan hingga Lebaran di New York: Penuh Warna dan KebersamaanFoto: (Riskariyani Tirtawijaya)


Ada juga toko Indonesia yang menyediakan berbagai bumbu-bumbu dan produk Indonesia lainnya.

Ramadan hingga Lebaran di New York: Penuh Warna dan KebersamaanFoto: Toko yang menyediakan aneka bahan pangan dari Indonesia (Riskariyani Tirtawijaya)


Hal berkesan saat saya berbuka puasa bersama di rumah adalah ketika kami bertiga duduk bersama menanti suara azan dari aplikasi yang kami unduh di telepon selular masing-masing. Keseruan lainnya yakni saat kami bisa berbuka dengan makanan Indonesia yang lebih bervariasi sesuai asal kami yang berbeda-beda dari Sulawesi, Jawa dan Sumatra.

Kebersamaan & Toleransi

Meskipun New York dihuni oleh kurang lebih 800.000 jiwa Muslim, buat saya, menjalani masa Ramadan dan Idul Fitri di New York penuh kesan apalagi dengan durasi puasa yang lebih panjang. Suhu musim panas yang sangat menyengat, suasana bulan Ramadan yang kurang semarak dan tantangan yang lebih berat sebagai kaum minoritas.

Ramadan hingga Lebaran di New York: Penuh Warna dan KebersamaanFoto: Barbeque Iftar oleh NYC Muslim-Jewish Solidarity Committ (Riskariyani Tirtawijaya)


Ramadan di luar negeri memang terasa lebih sulit dibandingkan negara sendiri, namun berbagai pengalaman Ramadan dan momen Idul Fitri yang saya lewati di Amerika dapat mengajarkan saya banyak hal, terutama toleransi dan kebersamaan.

*) Riskariyani Tirtawijaya, mahasiswa program pascasarjana jurusan Kajian Wilayah Amerika Oklahoma State University yang sedang magang di New York.
(nwk/nwk)
FOKUS BERITA: Cerita Berkesan Ramadan
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed