Arus Balik, Kebumen Arah Jakarta Padat

Arus Balik, Kebumen Arah Jakarta Padat

Aditya Mardiastuti - detikNews
Rabu, 28 Jun 2017 15:36 WIB
Arus Balik, Kebumen Arah Jakarta Padat
Kemacetan di Kebumen (Ricky Eko Putranto/pasangmata)
Jakarta - Arus balik dari Jawa Tengah ke Jakarta sudah mulai terlihat di Kebumen, Jawa Tengah. Polisi menyebut Kebumen merupakan jalur penghubung perbatasan Purworejo dengan perbatasan Banyumas.

"Arus balik, kalau arus di Kebumen dari perbatasan Purworejo sampai perbatasan Banyumas. Arah ke Jakarta padat," kata Kasat Lantas Polres Kebumen AKP Aditia Mulya Ramdhani saat dihubungi pada Rabu (28/6/2017).

Adit menyebut titik-titik kepadatan itu berada di Kebumen sebelah timur, Pasar Prembun, Pasar Karanganyar, kemudian perlintasan sebidang KA Karanganyar, Simpang Mukti Sari (ring road), dan simpang empat Kebayunan. Ada lagi perlintasan KA sebidang Karanganyar dan Pasar Gembong.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adit menyebut ruas jalan di Kebayuan Murti Sari merupakan jalur Daendels, yang dekat dengan objek wisata. Karena itu, rute tersebut dipadati kendaraan. Adit menyebut polisi juga mengalihkan arus lalu lintas untuk mengurai kemacetan.

"Jalur ke Jakarta padat dan dialihkan ke barat lewat jalur alternatif di simpang lima Kebulusan, kemudian Adimulyo, Wales, nanti sampai Sangkalputung Gombong. Selain rambu-rambu di simpang-simpang alternatif, petugas kami juga siaga di lokasi untuk mengatur lalu lintas," kata Adit.

Salah satu kontributor pasangmata, Ricky Eko Putranto, juga menceritakan kemacetan di jalur Kebumen. Dia bersama 3 anggota keluarganya berangkat menggunakan 2 mobil menuju Jakarta dan terjebak macet sejak di Jl Gentan Ketraman, Kecamatan Kebumen.

"Saya lewat jalur utama dari Karanganyar menuju Gombong arah ke Jakarta padat. Sekarang posisi di palang pintu rel Karanganyar yang jaraknya sekitar 10 km saja satu jam, padahal biasanya 15 menit," katanya.

Ricky mengatakan saat ini dia hanya bisa melaju dengan kecepatan 10-20 km/jam. Kendaraan yang menuju Jakarta itu didominasi kendaraan pribadi berpelat nomor Bandung dan Jakarta.

"Banyak kendaraan pelat Bandung, Bogor, Jakarta, terus ada warga sekitar sini juga. Kalau truk itu jarang dominasi kendaraan mobil dan motor," ujar dia. (ams/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads