Jumlah Pemudik via Jalur Udara Melebihi Prediksi Pemerintah

Nograhany Widhi Koesmawardhani - detikNews
Rabu, 28 Jun 2017 04:45 WIB
Foto: Sekjen Kemenhub Sugihardjo (Dok. Kementerian Perhubungan)
Foto: Sekjen Kemenhub Sugihardjo (Dok. Kementerian Perhubungan)
Jakarta - Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan (Sekjen Kemenhub) Sugihardjo menyampaikan jumlah penumpang pesawat, pada musim mudik tahun ini, mengalami lonjakan. Pemerintah sebenarnya sudah memprediksi kegiatan mudik akan berimbas pada peningkatan penumpang pesawat, namun pada kenyataannya angka peningkatan penumpang pesawat melebihi prediksi.

"Bahwa kenaikan presentasi angkutan udara mencapai 11,57% atau melampaui prediksi yakni sebesar 9,75%," kata Sugihardjo dalam rilisnya, Selasa (27/6/2017).

Berdasarkan penghitungan yang dilakukan oleh Kemenhub sejak H-10 hingga H+2 Idul Fitri 1438 H, jumlah pemudik yang menggunakan jalur udara meningkat hampir 2% dari prediksi awal Pemerintah. Jika awalnya Pemerintah jumlah penumpang pesawat pada mudik 2017 sebanyak 5.400.000 orang, maka sampai dengan H+2 Lebaran, jumlah penumpang yang terangkut 5.466.930 orang.

Sugiharjo menganalisa, minat masyarakat mudik via jalur udara disebabkan tiga faktor. Faktor-faktor tersebut diantaranya daya beli masyarakat meningkat, adanya beberapa daerah yang infrastrukturnya sudah terjangkau pesawat dan adanya tambahan jadwal penerbangan atau extra flight.

"(Jumlah penumpang pesawat) Meningkat lebih tinggi dari prediksi. Artinya kalau saya melihat ada dua hal (yang mendorong lonjakan pemudik via udara)," ujar Sugihardjo.

"Pertama, daya beli masyarakat meningkat. Kedua, prioritas pembangunan oleh Kabinet Jokowi dan JK ini infrastruktruktur, termasuk kita membangun bandara-bandara yang demand (permintaan)-nya tinggi," sambung dia

Ditambahkan Sugihardjo, faktor ketiga terkait lonjakan penumpang pesawat saat musim mudik adalah kebijakan beberapa maskapai yang menambah jadwal terbang serta armada pesawat saat arus mudik.

"Kenaikan frekuensi atau presentase juga karena pertama ada penambahan pesawat, kedua penambahan frekuensi dengan meminta extra flight," tutur dia.

Sebelumnya Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Agus Santoso mengungkapkan, sebanyak 4.900.000 penumpang menggunakan pesawat pada musim mudik 2015 lalu. Dia memprediksi angka penumpang pesawat di musim mudik tahun ini bertambah menjadi 5.400.000 orang.

"Menurut prediksi kami, passenger yang diangkut pada tahun ini ada 5.400.000 penumpang. Sedangkan tahun lalu 4.900.000, nah ini berarti naik 9,8%," ujar Agus, Jumat (23/6).

Tahun ini ada 14 maskapai dengan 532 pesawat yang disediakan untuk Mudik Lebaran tahun 2017. Agus juga menambah jam operasi beberapa bandara besar.

"Ada yang diperpanjang menjadi 24 jam, ada yang sampai pukul 24. Yang beropasi 24 jam seperti Jakarta baik Halim dan Soetta, Kemudian Juanda Surabaya, Denpasar, Makassar, sampai Kualanamu. Yang lain sampai jam 24 seperti Solo, Yogyakarta itu sampai jam 24," imbuhnya. (aud/dkp)