Menhub Cek Arus Balik Via Video Conference di Korlantas

Menhub Cek Arus Balik Via Video Conference di Korlantas

Aditya Fajar Indrawan - detikNews
Selasa, 27 Jun 2017 18:57 WIB
Menhub Cek Arus Balik Via Video Conference di Korlantas
Video conference di kantor Korlantas, Jakarta. (Aditya Fajar Indrawan/detikcom)
Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menghubungi sejumlah posko terpadu arus balik Lebaran. Dengan video conference, Budi berinteraksi langsung sembari memantau arus lalu lintas.

Video conference itu digelar di ruang NTMC milik Korps Lalu Lintas Polri, Jl Letnan Jendral MT Haryono, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (27/6/2017). Posko pertama yang dihubungi adalah jalur Nagreg, Jawa Barat.

"Izin melaporkan situasi Nagreg dalam kondisi lancar. Kebanyakan kendaraan mengarah ke Tasikmalaya, Ciamis. Untuk ke Jawa Tengah, pengendara lebih meminati jalur Cikopo," ujar Kadishub Nagreg kepada Menhub Budi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Pudji Hartanto, Kaposko Operasi Ramadniya Kombes Harry Sutrisman, Kasatgas Operasi Ramadniya Kombes Benyamin, dan lainnya ikut dalam video conference itu.

Selanjutnya Budi menghubungi posko terpadu Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Dari laporan yang diterima, arus balik kendaraan dari Lampung menuju Jakarta terpantau lancar, belum terjadi peningkatan jumlah penumpang yang signifikan.

 Video Conference arus balik di Korlantas. Video Conference arus balik di Korlantas. (Aditya Fajar Indrawan/detikcom)

Berlanjut ke posko terpadu Cikopo, laporan diterima dari Dirlantas Polda Jawa Barat. "Dari H-6 sampai saat ini, kendaraan yang melintas sebanyak 2,4 juta. Di Pantura didominasi kendaraan roda dua dan roda empat," lapor petugas kepada Budi.

Meski begitu, Budi meminta personel kepolisian yang bertugas memperhatikan jalur Puncak, Bogor, Jawa Barat. Hal ini untuk mengantisipasi kejadian kecelakaan bus yang diakibatkan rem blong.

"Ada kejadian di Puncak, bus rem blong saat ini ada 30 persen bus tidak laik dan itu kita tandai dengan tidak memberikan stiker biru. Untuk itu, saya meminta Pak Dirlantas untuk menempatkan polisi di Gadog dan Cianjur guna merazia bus tanpa stiker dan menghentikannya sebelum lanjut ke Puncak," ujar Budi. (adf/idh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads