"GNPF MUI tetap akan berada di barisan umat Islam membela dan mengawal semua persoalan yang menimpa umat Islam, apa pun juga terutama yang sudah terjadi," kata Panglima Aksi Bela Islam, Munarman di AQL Islamic Center, Jaksel, Selasa (27/6/2017).
Munarman mengatakan, pertemuan GNPF dengan Presiden Jokowi sejauh ini tak akan mengubah apapun yang berkaitan dengan kasus-kasus yang terjadi pada ulama. GNPF tak akan meninggalkan teman mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengatakan dialog merupakan hal yang lumrah antara dua pihak yang salah paham. Tak bisa disebut GNPF mengalah dan melembek usai pertemuan dengan Jokowi.
"Adanya kesenjangan informasi dari dua belah pihak itulah yang menyebabkan proses dialog. Tak bisa dimaknai macam macam, itu proses untuk menyamakan informasi," jelas Munarman.
Selain itu, GNPF menjelaskan bahwa masih banyak pekerjaan rumah bagi pemerintahan Jokowi terutama yang menyangkut hajat umat Islam. Jokowi harus mendengar masukan yang disampaikan di dialog tersebut.
"Masih banyak PR dari umat Islam yang perlu dikomunikasikan, ada kesenjangan persepsi. Jangan sampai juga ada bahwa ini adalah semacam pengawalan perkara. Kalau pengawalan perkara namanya advokasi," kata dia. (gbr/jor)











































