Menhub Budi memulai rute perjalanan dari Stasiun Palmerah, Jakarta Barat, Senin (26/6/2017), menuju Stasiun Kebayoran Baru. Di dalam KRL, Budi sempat berbincang dengan warga.
Menhub Budi Karya Sumadi mencoba aplikasi pemandu transportasi publik berbasis trayek Moovit. (Noval Dwhinuari Anthony/detikcom) |
"Dari mana Bu, dan mau ke mana?" tanya Budi kepada salah seorang warga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menhub Budi Karya Sumadi mencoba aplikasi pemandu transportasi publik berbasis trayek Moovit. (Noval Dwhinuari Anthony/detikcom) |
Budi juga menanyakan keluhan yang dirasakan warga selama menggunakan transportasi publik. Padatnya TransJakarta dan KRL di hari kerja menjadi keluhan.
"Biasanya kalau naik TransJakarta selalu penuh, Pak. Suami saya juga kalau pulang kerja, jadi kadang harus oper ke angkutan lain dulu," keluhnya.
Budi mengatakan akan berusaha memperbaiki sistem transportasi publik massal. Dia juga mensosialisasikan aplikasi pemandu transportasi publik Moovit.
"Pernah nggak Bu naik transportasi umum ke satu tujuan dengan berbagai moda transportasi? Nanti ada aplikasi Moovit, jadi bisa direncanakan naik kereta, TransJakarta, bus Metromini, nanti dikasih tahu jam-jamnya jam berapa, terus berangkat dari mana," jelas Budi.
Dari Stasiun Kebayoran Baru, Budi kemudian melanjutkan perjalanan ke Terminal Blok M menggunakan Metromini. Dari Terminal Bok M, Budi kemudian menaiki TransJakarta menuju kantor Kementerian Perhubungan dengan rute Blok M-Kota. (nvl/nkn)












































Menhub Budi Karya Sumadi mencoba aplikasi pemandu transportasi publik berbasis trayek Moovit. (Noval Dwhinuari Anthony/detikcom)
Menhub Budi Karya Sumadi mencoba aplikasi pemandu transportasi publik berbasis trayek Moovit. (Noval Dwhinuari Anthony/detikcom)